BANDA ACEH – General Manajer PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Aceh, Jefri Rosiadi mengatakan, saat ini banyak tunggakan rekening listrik mulai dari masyarakat umum sampai institusi pemerintahan.

“Tunggakan itu, kita yang paling banyak adalah masyarakat umum ada juga, kemudian Pemda, kemudian TNI dan Polri,” kata Jefri setelah rapat koordinasi dengan Komisi II DPRA, Selasa, 30 Mei 2017.

Bagi masyarakat umum yang menunggak rekening listrik, Jefri Rosiadi mengatakan langsung dilakukan pemutusan. Sedangkan bagi institusi TNI dan Polri, kata dia, sudah ditangani langsung oleh pusat melalui Kemenhan.

“TNI dan Polri memang sudah di Departemen Menhankam di pusat, sudah tidak lagi menjadi masalah,” kata Jefri. “Untuk tunggakan (masyarakat) umum, kita sudah melakukan pemutusan. Jadi, kalau memang tidak bayar ya kita putuskan,” kata dia lagi.

Saat ini pihak PLN Wilayah Aceh sedang melakukan koordinasi terkait tunggakan rekening listrik pemerintah daerah (Pemda) yang terbilang paling besar dan mencakup seluruh wilayah kabupaten/kota di Aceh.  

“Sekarang sedang kita koordinasi adalah masalah tunggakan Pemda. Yang sedang kita usahakan sekarang tunggakan Pemda yang cukup besar ini,” kata Jefri.

“Semua daerah kabupaten/kota. Namun, yang paling bagus adalah Aceh Besar. Aceh Besar yang tunggakannya sangat kecil kemudian Langsa,” katanya lagi.

Terkait berapa jumlah rincian data tunggakan dari masing-masing Pemda, Jefri mengatakan, “Cuma saya tidak bisa kasih angkanya”.[]