BANDA ACEH – PAKAR Aceh menggelar diskusi publik dengan tema Siapkah Aceh Menghadapi Pilkada Serentak Tanpa Kekerasan? Diskusi berlangsung di A Café, Banda Aceh, Minggu, 22 Mei 2016, dihadiri lima narasumber.
Berdasarkan siaran pers PAKAR Aceh diterima portalsatu.com, para nasumber yang tampil adalah Robby Syahputra dari KIP Aceh, Alfian (Polda Aceh), Azhari alias Cage dan Bardan Sahidi (DPRA) dan Dr. Mawardi Ismail (akademisi).
Pihak legislatif dan eksekutif (Aceh) jangan main dukun-dukunan di kepentingan rakyat ini. Kepentingan untuk rakyat bukan untuk sekelompok atau individu. Harapannya semua masyarakat bahkan lebih dari sekadar berlangsung dengan aman, akan tetapi pilkada juga bisa membawa dampak jangka panjang dalam pembangunan, demikian kesimpulan dari pertanyaan peserta diskusi yang dirangkum PAKAR Aceh.
Menurut PAKAR Aceh, peserta diskusi mempertanyakan kesiapan Aceh melaksanakan pilkada 2017. Pasalnya, sampai sekarang masalah yang dinilai paling fatal ada pada regulasi yaitu Qanun Pilkada yang belum selesai. Bagaimana kemudian kita berpilkada, aturannya masih menjadi bahan kepentingan, yang berakibat pada timbulnya ketidaksenangan bagi para kelompok atau massal partai pendukung.