TERKINI
TAK BERKATEGORI

‘Legislatif dan Eksekutif Aceh Jangan Main Dukun-dukunan…’

BANDA ACEH - PAKAR Aceh menggelar diskusi publik dengan tema “Siapkah Aceh Menghadapi Pilkada Serentak Tanpa Kekerasan?” Diskusi berlangsung di A Café, Banda Aceh,  Minggu,…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 837×

BANDA ACEH – PAKAR Aceh menggelar diskusi publik dengan tema “Siapkah Aceh Menghadapi Pilkada Serentak Tanpa Kekerasan?” Diskusi berlangsung di A Café, Banda Aceh,  Minggu, 22 Mei 2016, dihadiri lima narasumber.

Berdasarkan siaran pers PAKAR Aceh diterima portalsatu.com, para nasumber yang tampil adalah Robby Syahputra dari KIP Aceh, Alfian (Polda Aceh), Azhari alias Cage dan Bardan Sahidi (DPRA) dan Dr. Mawardi Ismail (akademisi).

“Pihak legislatif dan eksekutif (Aceh) jangan main dukun-dukunan di kepentingan rakyat ini. Kepentingan untuk rakyat bukan untuk sekelompok atau individu. Harapannya semua masyarakat bahkan lebih dari sekadar berlangsung dengan aman, akan tetapi pilkada juga bisa membawa dampak jangka panjang dalam pembangunan,” demikian kesimpulan dari pertanyaan peserta diskusi yang dirangkum PAKAR Aceh.

Menurut PAKAR Aceh, peserta diskusi mempertanyakan kesiapan Aceh melaksanakan pilkada 2017. Pasalnya, sampai sekarang masalah yang dinilai paling fatal ada pada regulasi yaitu Qanun Pilkada yang belum selesai. “Bagaimana kemudian kita berpilkada, aturannya masih menjadi bahan kepentingan, yang berakibat pada timbulnya ketidaksenangan bagi para kelompok atau massal partai pendukung”.

Pihak penyelenggara yaitu KIP Aceh mengatakan sudah siap menyukseskan pilkada 2017, dan Polda siap mengamankan situasi dan kondisi. “Yang sekarang harus kita pertanyakan adalah, apakah kita semua siap menyukseskan pilkada dengan aman dan nyaman. Apapun halnya itu tergantung pada kita selaku masyarakat yang merupakan pelaku utama di pesta mendatang,” tulis PAKAR Aceh mengutip pertanyaan peserta diskusi.

Ketua panitia Handika Rismajar mengatakan PAKAR Aceh menggelar diskusi ini bertujuan untuk mendapatkan kejelasan keamanan dan kesiapan pihak-pihak terkait. “Yang kita inginkan di pilkada mendatang haruslah lebih baik dan tanpa kekerasan,” katanya.

Diskusi dimoderatori Musafir ini setikdaknya dihadiri beberapa perwakilan BEM, Ormas, OKP, sejumlah tokoh dan masyarakat.[](rel)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar