SUBULUSSALAM – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam meminta Wali Kota segera mengevaluasi kinerja Kepala BPBD Nesal Putra akibat seringnya terjadi masalah pada mobil pemadam kebakaran seperti pompa air rusak, air kosong, mobil mogok, dan terkadang ironisnya bahan bakar minyak (BBM) mobil sempat kosong karena tidak terisi.
“Sudah banyak kejadian musibah kebakaran ditangani selalu memberikan rasa kekecewaan bagi masyarakat, persoalan selalu sama seperti mobil mogok, pompa air rusak, bahkan terkadang habis minyak dan air kosong,” kata Ketua YARA Edi Sahputra dalam siaran pers yang dikirim kepada portalsatu.com, Senin, 12 Juni 2017.
Edi Sahputra mengatakan, petugas pemadam kebakaran bekerja dengan peralatan seadanya, baju kaos, celana jins tanpa ada alat pengaman sehingga tidak bisa dibedakan antara warga dan petugas pemadam.
“Belum lagi persoalan gaji honor para petugas pemadam yang masih jauh dari harapan mereka, dan minimnya pelatihan bagi petugas pemadam sehingga kinerja mereka tidak maksimal,” kata Edi.
Ia mengungkapkan, penanganan musibah kebakaran merupakan persoalan serius karena berkenaan dengan kehidupan orang banyak, bahkan nyawa menjadi taruhan.