TAPAKTUAN - Safi'i (51) warga Gampong Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur yang terseret arus sungai ada Minggu, 20 November 2016 ditemukan tewas. Korban ditemukan mengapung di…
TAPAKTUAN – Safi'i (51) warga Gampong Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur yang terseret arus sungai ada Minggu, 20 November 2016 ditemukan tewas.
Korban ditemukan mengapung di pinggir sungai Desa Cot Bayu, masih dalam kecamatan yang sama berjarak sekitar puluhan kilometer dari lokasi tempat kejadian pertama pada Selasa 22 November 2016.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan proses pencarian selama dua hari dua malam akhirnya korban terseret arus bernama Safi'i berhasil ditemukan oleh tim pencari pada Selasa 22 November 2016 sekitar pukul 10.15 WIB,” kata Camat Trumon Timur, T Masrizar kepada wartawan Selasa 22 November 2016 sore.
Saat ditemukan, sambung Masrizar, kondisi jasad korban sangat mengenaskan. Tubuh korban sudah mulai mengembung dan lidah menjulur ke luar. Tapi celana jeans yang dikenakan korban masih melekat dibadannya kecuali baju yang sudah terbuka.
“Tubuh korban sudah mulai kembung diperkirakan karena sudah dua hari dua malam tenggelam dalam air,” ungkapnya.
Dengan penemuan ini, lanjut Camat Trumon Timur, maka proses pencarian korban hilang sudah ditutup. Pihaknya atas nama Muspika dan seluruh masyarakat Trumon Timur mengucapkan terima kasih kepada tim gabungan yang terdiri dari petugas BPBK, Satgas SAR dan Polres Aceh Selatan yang sudah bekerja keras mencari korban sejak Minggu 20 November 2016 lalu hingga korban berhasil ditemukan pada Selasa 22 November 2016.
Masrizar menjelaskan, korban bernama Safi'i merupakan seorang petani miskin yang sehari-harinya sering bekerja serabutan.
“Demi untuk menafkahi keluarganya, dia rela bekerja apa saja yang di suruh orang, asal memberi penghasilan ” ujar Masrizar.
Pada hari naas itu, kata dia, Safi'i yang berdomisili di Desa Jambo Dalem bekerja di Desa Pinto Rimba yang berjarak sekitar 5 km dari rumahnya.
“Pada Minggu sore ketika mau pulang ke rumahnya dia bersama dengan 2 rekannya mencari sayuran diseberang sungai Pinto Rimba. Setelah memetik sayuran dia langsung berenang menyeberangi sungai.Sementara sayuran yang telah mereka petik dibawa oleh dua orang temannya yang menyeberang sungai menggunakan ban mobil bekas. Ditengah sungai Safi'i terseret derasnya air sungai . Masyarakat kedua desa dibantu Satgas SAR , BPBK dan petugas Polres Aceh Selatan langsung memberikan pertolongan mencari keberadaan korban,” cerita Masrizar.
Menurutnya, karena berbagai upaya telah dilakukan oleh tim pencari namun belum berhasil menemukan korban karena arus sungai sangat deras dan dalam. Akhirnya pada Selasa pagi tim pencari bersama masyarakat setempat mendatangkan tiga orang pintar supranatural.
Tidak hanya itu, kata Masrizar, sejumlah ibu-ibu desa setempat juga membantu mempercepat penemuan korban dengan cara membaca yasin didekat tempat kejadian pertama.[]
Laporan Hendrik Meukek