TERKINI
TAK BERKATEGORI

Warga Bhom Lama Minta Percepatan Pembangunan Jembatan Penghubung

Setiap harinya, anak-anak harus menggunakan sampan untuk ke sekolah. Bagaimana jika arus sungai tiba-tiba meluap di musim penghujan?

IRMANSYAH D GUCI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 892×

IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur diminta untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan jembatan di Gampong Bhom Lama, Kecamatan Peureulak Barat. Pasalnya saat ini warga setempat terpaksa menggunakan sampan sebagai akses transportasi yang menghubungkan antar kecamatan tersebut.

Informasi yang diterima portalsatu.com, akibat tidak optimalnya akses jalan ini membuat perputaran roda ekonomi masyarakat di dua desa terhambat. Kedua desa tersebut adalah Gampong Bhom Lama dan Gampong Blang Simpo. Sebagai salah satu desa penghasil sawit, warga di dua desa ini juga terkendala mendistribusikan hasil panen kebun mereka.

Hal senada juga terjadi di bidang pendidikan. Setiap pagi, anak-anak yang hendak sekolah harus menyeberangi sungai dengan menggunakan sampan. Jika musim air sungai mengalir sangat deras mereka sempat berhenti untuk tidak ke sekolah. Namun kadang–kadang mereka juga memberanikan diri melawan arus untuk bisa sampai ke sekolahnya.

“Jembatan ini sudah lama rusak pascakonflik tahun 2002 silam. Saat ini transportasi sementara kami hanya menggunakan sampan, ada juga yang mengambil jalur lain namun itu terlalu jauh,” ujar Geuchik Bhom Lama Muklisin, saat ditemui portalsatu.com, Minggu, 13 Desember 2015 sekitar pukul 15.00 WIB.

Dia mengatakan Gampong Blang Simpo dengan Bhom Dalam saling membutuhkan. Banyak petani di Bhom Lama yang bertani di Gampong Blang Simpo. Begitu pula anak-anak Gampong Blang Simpo yang sekolah di Gampong Bhom Lama. 

“Ini tidak sesuai lagi dengan zamannya kita gunakan transportasi yang seperti ini. Ini bisa juga menjadi bahaya untuk masyarakat jika ketinggian air sungai meluap,” ujarnya.

Muklisin mengatakan proyek pembangunan jembatan penghubung antara dua desa tersebut sudah dianggarkan oleh Kabupaten Aceh Timur. Penangung jawab proyek pembangunan ini berada di bawah dinas Pekerjaan Umum.

“Kita harap ini supaya secepatnya untuk dikerjakan. Apalagi ini musim hujan, sayang anak-anak sekolah saat menyeberangi (sungai) dengan sampan, dan kita takutkan ada korban nantinya,” katanya.

Dia mengakui jembatan penghubung tersebut bukan satu-satunya akses yang bisa dilalui oleh warga dua desa. Namun jalan alternatif tersebut dinilai tidak efektif dan membutuhkan waktu tempuh yang lama.

“Apalagi untuk anak anak sekolah, kadang-kadang jika mereka lewat jalan lain mereka sempat bolos satu jam, dan mereka bisa sampai sekitar jam 9.00 pagi ke sekolahnya dan ini tidak wajar,” katanya.

Masyarakat Gampong Bhom Lama sangat berharap proyek jembatan secepatnya dilaksanakan. Mereka tidak mempersoalkan pihak rekanan manapun yang memenangkan proyek tersebut.

“Siapapun yang mengerjakan kami mendukung, asalkan kami bisa menikmati jembatan yang bagus untuk aktitvitas masyarakat,” ujar Muklisin.[](bna)

IRMANSYAH D GUCI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar