IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur diminta untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan jembatan di Gampong Bhom Lama, Kecamatan Peureulak Barat. Pasalnya saat ini warga setempat terpaksa menggunakan sampan sebagai akses transportasi yang menghubungkan antar kecamatan tersebut.
Informasi yang diterima portalsatu.com, akibat tidak optimalnya akses jalan ini membuat perputaran roda ekonomi masyarakat di dua desa terhambat. Kedua desa tersebut adalah Gampong Bhom Lama dan Gampong Blang Simpo. Sebagai salah satu desa penghasil sawit, warga di dua desa ini juga terkendala mendistribusikan hasil panen kebun mereka.
Hal senada juga terjadi di bidang pendidikan. Setiap pagi, anak-anak yang hendak sekolah harus menyeberangi sungai dengan menggunakan sampan. Jika musim air sungai mengalir sangat deras mereka sempat berhenti untuk tidak ke sekolah. Namun kadangkadang mereka juga memberanikan diri melawan arus untuk bisa sampai ke sekolahnya.
Jembatan ini sudah lama rusak pascakonflik tahun 2002 silam. Saat ini transportasi sementara kami hanya menggunakan sampan, ada juga yang mengambil jalur lain namun itu terlalu jauh,” ujar Geuchik Bhom Lama Muklisin, saat ditemui portalsatu.com, Minggu, 13 Desember 2015 sekitar pukul 15.00 WIB.
Dia mengatakan Gampong Blang Simpo dengan Bhom Dalam saling membutuhkan. Banyak petani di Bhom Lama yang bertani di Gampong Blang Simpo. Begitu pula anak-anak Gampong Blang Simpo yang sekolah di Gampong Bhom Lama.
“Ini tidak sesuai lagi dengan zamannya kita gunakan transportasi yang seperti ini. Ini bisa juga menjadi bahaya untuk masyarakat jika ketinggian air sungai meluap, ujarnya.