LHOKSUKON - Warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai atau Daerah Aliran Sungai (DAS) rawan banjir diminta tetap siaga, mengingat dalam beberapa hari terakhir curah…
LHOKSUKON – Warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai atau Daerah Aliran Sungai (DAS) rawan banjir diminta tetap siaga, mengingat dalam beberapa hari terakhir curah hujan cukup tinggi. Beberapa kecamatan di Aceh Utara yang rawan banjir, yaitu, Kecamatan Lhoksukon, Matangkuli, Tanah Luas, Paya Bakong, Langkahan dan Baktiya.
“Tim monitoring Search and Rescue (SAR) sudah kita tempatkan di kawasan bantaran sungai yang rawan banjir. Perlengkapan atau alat bantuan banjir juga sudah kami siagakan, seperti tenda, perahu karet dan lainnya,” ujar Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Munawar, kepada portalsatu.com, Senin, 22 Mei 2017.
Namun demikian, kata Munawar, petugas baru akan turun ke lapangan apabila ada permintaan dari Muspika masing-masing kecamatan. “Petugas kita akan turun apabila ada permintaan atau pemberitahuan dari Muspika, terkait adanya banjir,” ucapnya.
Rata-rata, tambahnya, banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Aceh Utara diakibatkan luapan air sungai yang juga dipengaruhi hujan lebat.
“Kami minta masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, harus tetap siaga. Apalagi saat ini kawasan Bener Meriah sedang diguyur hujan lebat, sehingga memungkinkan air mengalir ke sungai-sungai di Aceh Utara hingga meluap. Seperti Krueng Keuretoe, Krueng Peuto dan Krueng Pirak,” pungkas Munawar.[]