TERKINI
NEWS

”Warga Aceh Jangan Terprovokasi dengan Paham Radikal”

BANDA ACEH - Masyarakat Aceh diminta untuk senantiasa menjaga tutur bahasa dan tidak menggiring atau memprovokasi orang lain. Masyaraat Aceh juga diminta untuk menyampaikan hal-hal…

DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 896×

BANDA ACEH – Masyarakat Aceh diminta untuk senantiasa menjaga tutur bahasa dan tidak menggiring atau memprovokasi orang lain. Masyaraat Aceh juga diminta untuk menyampaikan hal-hal bersifat politik ataupun agama dengan cara menyejukkan sehingga tidak memicu radikalisme pada masyarakat.

Demikian disampaikan Prof. Dr. Hasbi Amiruddin, saat mewaili Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme atau FKPT pada acara workshop “Literisasi Media sebagai upaya cegah dan tangkal radikalisme dan terorisme di masyarakat.” Kegiatan ini digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Kamis, 10 Agustus 2017.

“Makanya, mari kita bersama-sama menyadari bahwa tindakan yang tidak kita sadari, bisa melahirkan sikap radikalisme,” kata Prof Dr. Hasbi.

Menurut Hasbi, radikalisme dan terorisme telah banyak menyebabkan kerusakan-kerusakan di muka bumi, terutama kerusakan jiwa manusia. “Apalagi ada yang mengatasnamakan agama yang sebenarnya dilabelkan sendiri oleh teroris,” kata Hasbi.

Amiruddin mengajak masyarakat dan insan pers untuk mengembangkan ajaran Islam secara benar. Harapannya agar Islam menjadi agama yang rahmatanlil'alamin. 

Dia juga menyayangkan adanya persepsi yang salah mengenai Islam. Selama ini, akibat prilaku personal telah menyebabkan Islam dipandang sebagai agama yang memegang Alquran di tangan kiri dan pedang di tangan kanan.

“Itu tidak benar sama sekali. Dari dulu ulama-ulama yang menyebarkan Islam melakukannya dengan cara yang menyejukkan,” kata Prof Hasbi Amiruddin.[]

SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar