BANDA ACEH – Masyarakat Aceh diminta untuk senantiasa menjaga tutur bahasa dan tidak menggiring atau memprovokasi orang lain. Masyaraat Aceh juga diminta untuk menyampaikan hal-hal bersifat politik ataupun agama dengan cara menyejukkan sehingga tidak memicu radikalisme pada masyarakat.
Demikian disampaikan Prof. Dr. Hasbi Amiruddin, saat mewaili Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme atau FKPT pada acara workshop “Literisasi Media sebagai upaya cegah dan tangkal radikalisme dan terorisme di masyarakat.” Kegiatan ini digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Kamis, 10 Agustus 2017.
“Makanya, mari kita bersama-sama menyadari bahwa tindakan yang tidak kita sadari, bisa melahirkan sikap radikalisme,” kata Prof Dr. Hasbi.
Menurut Hasbi, radikalisme dan terorisme telah banyak menyebabkan kerusakan-kerusakan di muka bumi, terutama kerusakan jiwa manusia. “Apalagi ada yang mengatasnamakan agama yang sebenarnya dilabelkan sendiri oleh teroris,” kata Hasbi.