Umar bin Khattab dikenal sebagai sosok yang berpengaruh sepanjang sejarah Islam. Khalifah kedua menggantikan Abu Bakar As Shiddiq sepeninggal Rasulullah Muhammad SAW tidak hanya dikenal karena kesalehannya, melainkan juga sebagai pemimpin dan negarawan yang ulung.
Umar akan selalu dikenang sebagai tokoh perintis pemerintahan Islam. Dia berkontribusi sangat besar dengan menyusun tata kelola pemerintahan yang baik dalam Islam.
Sebelum menerima Islam, Umar sangat membenci dan ingin membunuh Nabi Muhammad SAW. Umar baru mengakui Islam enam tahun setelah Muhammad diangkat sebagai utusan Allah.
Umar menjadi orang ke-40 yang memeluk Islam serta menjadi sahabat senior Rasulullah.
Saat nama Umar disebut, dia selalu digambarkan sebagai Al Faruq, atau yang mampu membedakan antara benar dan bathil. Gelar ini diperoleh langsung dari Rasulullah.
Sebagai seorang pemimpin, Umar sangat rendah hati dan tahu betul makna tanggung jawab. Setiap malam, Umar menggelar inspeksi untuk mengetahui kondisi sebenarnya umat Islam. Inspeksi ini tidak pernah dijalanan sebelum Umar memimpin, dan tidak pernah memberikan respon cepat sepeninggalnya.
Tanggung jawab dan kebaikannya tidak sebatas ditujukan kepada sesama manusia, melainkan juga hewan. Umar begitu menghormati hewan sebagai salah satu ciptaan Allah SWT. Umar pun sering mengatakan, ” Jika ada seekor bagal (hewan persilangan kuda betina dengan keledai jantan) tersandung, saya bertanggung jawab karena tidak memperbaiki jalan.”
Bahkan Umar pun kerap mengatakan, ” Jika ada seekor domba hilang di bawah pengawasanku ditemukan mati di tepi sungai Eufrat, saya berharap Allah Yang Maha Kuasa menanyai saya mengenai hal itu di Hari Kiamat nanti.”