BANDA ACEH – Bertepatan 143 Tahun Perang Belanda Aceh (26 Maret 1873 26 Maret 2016), Pusat Kebudayaan Aceh Turki (PuKAT) menyerahkan setangkai mawar merah sebagai tanda berkabung kepada panitia peringatan perang tersebut, Institut Peradaban Aceh (IPA) dan Aceh Trend.
Penyerahan mawar merah tersebut diwakili Ariful Azmi Usman dan diterima Haekal Afifa selaku ketua panitia. Dalam kebudayaan Turki, mawar merah tersebut bermakna duka. Turki ikut menyampaikan duka cita atas perang yang pernah terjadi di Aceh. Sebagaimana diketahui, Aceh sebagai saudara Turki, menjadi hal wajar ketika Turki ikut mengenang.
Memperingati 143 Tahun Perang Belanda Aceh, tahun 2016, diperingati dengan membedah buku pertama karangan Tengku Hasan Muhammad di Tiro yang berjudul Perang Atjeh 1873-1927, di kantor Aceh Trend, Banda Aceh, Sabtu 26 Maret 2016.
Buku ini ditulis oleh Almarhum Wali (Hasan Tiro) berdasarkan skripsinya di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dan diterbitkan pada tahun 1948 oleh Pustaka Tiro, menariknya buku ini ditulis saat Almarhum Wali masih dalam pemikiran Indonesia, kata Haekal.