TERKINI
NEWS

Tim Penambal Jalan 100 KM Dilepas, Ini Kata Bupati Aceh Besar

JANTHO - Kapolres dan Bupati Aceh Besar melepas Tim Rekoris Museum Republik Indonesia (MURI) penambalan jalan berlubang sepanjang 100 kilomter dalam waktu 1x24 jam nonstop…

SIRAJUL MUNIR Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 802×

JANTHO – Kapolres dan Bupati Aceh Besar melepas Tim Rekoris Museum Republik Indonesia (MURI) penambalan jalan berlubang sepanjang 100 kilomter dalam waktu 1×24 jam nonstop dengan berjalan kaki di wilayah Aceh Besar, di Pasar Seulimum, Sabtu, 23 September 2017.

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengatakan, penambalan jalan yang akan memecahkan rekor MURI ini merupakan kegiatan mulia karena dapat menyelamatkan beberapa orang dari risiko kecelakaan. “Menghilangkan kendala para pengendara untuk mengurangi risiko kecelakaan, ini perbuatan yang sangat mulia,” katanya.

Sebagai bupati yang mewakili rakyat, Mawardi merasa bangga dan mengucapkan terima kasih kepada Polres Aceh Besar yang menyelenggarakan penambalan lubang di kabupaten ini. Dia meminta pihak yang menjalankan kegiatan ini harus ikhlas dan lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas tersebut.

“Ini sangat luar biasa, mendapatkan sertifikat rekor MURI. Ini adalah yang terpanjang yang pernah dilakukan,” ujar Mawardi Ali. “Bekerjalah secara ikhlas dan berhati-hati dalam bekerja, karena risiko di jalan sangat besar,” katanya.

Kapolres Aceh Besar AKBP Heru Suprihasto mengatakan, kegiatan ini sebagai tindakan langsung untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas (laka lantas), selain upaya melakukan imbauan dan edukasi kepada masyarakat.

“Selama ini kita sudah lakukan imbauan dan edukasi, tapi masih banyak juga laka lantas. Ini dikarenakan belum maksimal apa yang sudah kita lakukan,” kata Heru Suprihasto. “Kegiatan ini merupakan kegiatan moral yang juga tanggung jawab kami semua,” ujarnya.

Pelepasan tim rekorer dilakukan sekira pukul 10.00 WIB di Pasar Seulimum, Aceh Besar oleh Bupati Mawardi Ali dan Kapolres Heru Suprihasto dengan menyamatkan tas serta bendera tim. Setelah itu, dilakukan penambalan jalan oleh pihak Muspida Aceh Besar.

Adapun rute jalan raya yang dilalui oleh tim yakni Seulimum, Indrapuri, Aneuk Galong, Bundaran Lambaro, Lampeunerut, Simpang Dodik, Lhoknga, dan kaki Gunung Geurutee.[]

SIRAJUL MUNIR
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar