LHOKSEUMAWE – Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe, T. Sofianus mengatakan, untuk mengurangi jumlah Tenaga Harian Lepas (THL) yang saat ini membludak, pemerintah seharusnya sejak awal membuka lapangan kerja baru kepada masyarakat.
“Saat ini ada sekitar 3.000 hingga 4.000 lebih THL di Lhokseumawe. Ini harus didata kembali dan pemerintah harus menyesuaikan kembali sesuai (kemampuan) APBK yang ada,” kata Pon Cek sapaan akrab T. Sofianus menjawab portalsatu.com, Kamis, 23 Juni 2016, usai siang.
Pon Cek menjelaskan, membludaknya THL sangat membebani APBK Lhokseumawe. “Sebab mereka itu bukan saja ada di tingkat kantor wali kota, tapi juga hingga ke tingkat desa,” ujarnya.
Dia menduga maraknya penerimaan THL atau tenaga kontrak ini ada penyebabnya. “Saya yakin ini efek dari janji-janji politik yang telah berakar. Dari itulah, jumlahnya sangat banyak,” sebut Pon Cek.
Menurut Pon Cek, untuk memperkecil jumlah mereka, pemerintah sudah seharusnya membuka lapangan pekerjaan lain di sektor swasta, seperti bidang perikanan dan peternakan.
“Sebab potensi Lhokseumawe di bidang itu sangat besar dan hal itu belum pernah dilakukan oleh pemerintah,” kata Pon Cek.
Selain itu, kata Pon Cek, mereka yang bekerja sebagai THL atau tenaga kontrak harus memiliki kesadaran untuk berwirausaha. Mereka harus kreatif sesuai disiplin ilmu yang ada. Misal, mereka bisa berwirausaha, itukan lebih baik dan menjanjikan”.