LHOKSEUMAWE Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah, Tgk. Usman Ibni Abdillah mengatakan, mencegah generasi muda Aceh terjerumus dalam pergaulan bebas tidak akan berhasil dengan cara…
LHOKSEUMAWE Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah, Tgk. Usman Ibni Abdillah mengatakan, mencegah generasi muda Aceh terjerumus dalam pergaulan bebas tidak akan berhasil dengan cara tindakan razia. Sebab, memperbaiki moral atau akhlak manusia harus melalui pendidikan Islam dengan cara menghidupkan pengajian.
Itu sebabnya, kata Tgk. Usman Ibni Abdillah yang merupakan pemimpin Tarbiah Islamiah Mazhab Syafii di Aceh, perlu dikibarkan bendera pengajian kitab kuning di setiap gampong dan kecamatan se-Aceh minimal saban hari Jumat.
Tanyoe hana mungken ta cegah nyan dengan cara kekerasan. Ta peugot moral dengan ta peugot pendidikan, tabi ilme ke umat, nyan cara membina moral, ujar Tgk Usman Ibni Abdillah atau Tgk Usman Abdullah Abdullah kepada portalsatu.com di Lhokseumawe, 9 Mei 2017, sore.
Tgk. Usman Abdullah menjelaskan, ramai kawula muda berpasangan sering datang ke lokasi piasan malam atau tempat-tempat yang berpotensi terjadi perbuatan negatif lantaran mereka tidak memiliki ilmu agama Islam. Apabila mereka dilarang justru menjadi musuhnya.
Cara tepat ialah memberikan ilmu agama Islam kepada mereka melalui pengajian. Jih hana ilme nyan, nye tajak tham patna piasan bahkan menjadi musoh ngon awak nyan. Kiban cara cit? Ta bina moral, ta peubeut awak nyan, kata pemimpin Dayah Darul Mukminin, Banda Dua, Alue Lim, Lhokseumawe ini.
Menurut Tgk. Usman Abdullah, untuk menghidupkan pengajian bagi generasi muda Aceh, penguasa harus bersatu. Misalnya, di tingkat kabupaten/kota, bupati/wali kota dan Muspida bersatu dengan para ulama. Ulama peugah hukom, pemerintah laksana. Jadi, harus disyiarkan seumeubeut, uroe Jumat pagi beut beurutin. Pemerintah kabupaten/kota instruksi rata kecamatan, dan pemerintah kecamatan instruksi rata gampong, beut, ujarnya.
Sebagai tanda pengajian, kata Tgk. Usman Abdullah, kibarkan bendera pengajian. Yaitu gamba Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dalam alif, ba, ta, tsa, kana nyan. Bak alif, ba, Masjid Madinah, bak Alhamdulillah Masjidil Haram. Uroe Jumat peuek. Jadi, payah ta peubeut urueng beujeut baca kitab, karena ilme lam kitab. Misalnya, tahap phon kitab Masailal, kata Tgk. Usman Abdullah akrab disapa Abati Banda Dua.
Tgk. Usman Abdullah melanjutkan, (Bendera) Merah Putih sebagai jasmani, bendera pengajian itu sebagai rohani. Jadi, jasmani dan rohani harus bersatu. Kalau sudah ada rohani, bagus moral umat. Maka kita bina akhlak generasi muda Aceh dengan ilmu.
Bendera pengajian dimaksud ialah bendera Tarbiah Islamiah Mazhab Syafiie karena umat Islam di Aceh mazhab Syafiie. “Nyoe kon bendera politek, tapi bendera beut untuk bandum umat Islam, ujar Tgk. Usman Abdullah.[](idg)