Dokumen yang berisi tentang tax haven, lokasi penyimpanan uang para miliarder dan perusahaan multinasional dengan suaka pajak terungkap kembali. Mirip dengan Panama Papers, International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ) yang merupakan gabungan wartawan dunia mempublikasikan dokumen baru tersebut pada Senin, 6 November 2017.
Temuan ini pertama kali didapatkan surat kabar Jerman Suddeutsche Zeitung hingga kemudian diberi nama istilah Paradise Papers. Suaka pajak tersebut kebanyakan berada di kepulauan Karibia, termasuk Cayman Islands.
Data tersebut didapatkan dari bocoran dokumen yang dimiliki dua firma yaitu Appleby dan Asiaciti Trust. Data digital tersebut besarnya hingga 1,4 terabytes.
Di dokumen itu dimuat banyaknya poltikus dunia, perusahaan multinasional dan para selebritas yang menyimpan uangnya di negara-negara suaka pajak sehingga tidak mudah dicari jejaknya.