TERKINI
EKBIS

Telah Hadir Bumbu Mie Aceh Kemasan yang Praktis Dibawa ke Mana Saja

BANDA ACEH - Cita rasa mie Aceh yang kaya rempah akan memikat siapa pun yang pernah menyantapnya. Mie Aceh merupakan salah satu kuliner Aceh paling…

portalsatu.com Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 7K×

BANDA ACEH – Cita rasa mie Aceh yang kaya rempah akan memikat siapa pun yang pernah menyantapnya. Mie Aceh merupakan salah satu kuliner Aceh paling diburu wisatawan.

Tak hanya di Aceh, mie Aceh kian mudah ditemukan di berbagai kota lainnya, sebut saja seperti Medan, Jakarta hingga Makassar. Namun, tak jarang cita rasanya agak berbeda dengan mie Aceh yang dijual di Tanah Rencong. Sehingga para pecinta kuliner ingin menyantap langsung mie Aceh yang diolah di Aceh.

Inilah yang menjadi 'bekal' bagi Teuku Ramadhan untuk memproduksi bumbu mie Aceh kemasan sehingga bisa menjadi oleh-oleh khas Aceh. Dengan begitu mie dengan cita rasa lokal khas Aceh bisa diolah dan dinikmati di manapun, tanpa perlu khawatir mengenai rasanya.

“Rata-rata wisatawan lebih suka menyantap mie Aceh yang ada di Aceh daripada di daerah mereka. Itu artinya konsistensi rasa mie Aceh tidak sama seperti di daerah aslinya. Akhirnya tercetus ide untuk memproduksi bumbu mie Aceh dengan rasa original seperti di Aceh,” kata Teuku Ramadhan, owner Alubu, brand bumbu mie Aceh kemasan kepada portalsatu.com, Minggu, 12 Maret 2017.

Berbahan dasar cabai merah, bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit dan aneka rempah lainnya, Teuku Ramadhan dan rekannya Khairil, mengolah bumbu mie Aceh tanpa memodifikasi rasanya sedikitpun. Namun bumbu ini juga bisa untuk mengolah segala jenis mie dan masakan.

“Kami nggak berani pakai ganja,” kata Ramadhan berkelakar.

Selain mempertimbangkan rasa, faktor kesehatan juga sangat diperhatikan. Bumbu mie Aceh Alubu sama sekali tidak menggunakan pengawet sehingga tidak bisa bertahan lama. Dalam kondisi suhu ruangan bumbu ini hanya bertahan seminggu, bisa bertahan sebulan jika disimpan di lemari pendingin.

“Kami menyediakan dua pilihan kemasan, ada yang 100 gram dan 250 gram. Yang 100 gram bisa untuk tujuh porsi mie instan, sedangkan yang 250 gram bisa untuk mengolah lima kilogram mie. Tapi tergantung pemakaian juga,” ujar anak muda asal Alubu, Aceh Timur ini.

Ramadhan mengakui respons konsumen untuk produk yang dirilis pada November 2016 ini cukup antusias. Bahkan sejumlah konsumennya melakukan repeat order setelah mencobanya. Untuk harga, yang 100 gram dibanderol Rp 25 ribu, sedangkan yang 250 gram Rp 35 ribu.

“Selama ini kami juga sering mengirim untuk pembeli dari luar daerah, dan banyak juga pelajar Indonesia di luar negeri yang membawa bumbu mie Aceh ini ke luar negeri,” katanya.

Bagi Anda yang ingin mendapatkannya bisa langsung ke rumah produksi Alubu Food di Jalan Mujahidi No.1 Lambaro Skep Banda Aceh.[]

portalsatu.com
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar