TERKINI
TAK BERKATEGORI

Tapol Napol: Kamoe Deuk, I Droe Neuh Dok

BANDA ACEH - Massa yang mengaku sebagai tahanan politik, narapidana politik, serta korban konflik masa lalu menuntut hak mereka di gedung DPR Aceh, Selasa, 8…

ADI GONDRONG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 721×

BANDA ACEH – Massa yang mengaku sebagai tahanan politik, narapidana politik, serta korban konflik masa lalu menuntut hak mereka di gedung DPR Aceh, Selasa, 8 November 2016. Mereka menyuarakan aspirasi dan mengaku kelaparan.

Massa yang terdiri dari  golongan pria dan wanita ini masuk ke halaman kantor DPRA dengan spanduk berlatar putih bertuliskan 'MoU, Reintegrasi 1. Rumah 2. Alokasi Tanah 3. Pekerjaan 4. Jaminan Sosial' dan membawa ke depan anggota parlemen.

Massa yang berasal dari berbagai penjuru Aceh ini mengaku belum sepenuhnya merasakan kesepakatan, yang ada dalam butir-butir MoU terkait dengan reintegrasi. Diantara mereka bahkan secara lantang menyuarakan masih kelaparan.

“Kamoe deuk, awak droe neuh dok. Coba pikirkan nasib kami, pikirkan nasib janda konflik dan anak yatim,” kata salah seorang mantan Tapol/Napol dari Perlak, yang belakangan diketahui bernama lengkap Dr. Ir T. Amir Husen Ilyas M.Sc.

Pria yang mengaku pernah mengenyam pendidikan doktoral ini mengatakan, reintegrasi di Aceh masih belum berjalan. Menurutnya masih banyak sekali korban konflik yang belum terjamah bantuan.

Pantauan portalsatu.com di lokasi, unjuk rasa berjalan lancar. Dengan pengamanan dari pihak kepolisian dan Satpol PP, para demonstran menyampaikan aspirasinya secara tertib. Mereka duduk beralaskan sendal di halaman gedung DPRA dan didengarkan oleh anggota parlemen.

Saat menyambut para pengunjukrasa, Ketua DPRA Tgk Muharuddin mengaku akan terus bersama rakyat dan akan memperjuangkan hal ini. Ia mengatakan proses reintegrasi sudah berjalan namun masih ada beberapa kendala.

“Proses reintegrasi sudah berjalan tapi tentu ada proses. Jadi yang ka seureng tiek proposal bek tiek le, jok keu rakan rakan laen yang goh lom mereupok,” kata dia.

Ia juga mengatakan pihaknya akan memanggil pihak terkait untuk mendata ulang Tapol dan Napol agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

Di akhir, Muhar menyampaikan pesan untuk memilih pemimpin yang adil dan mempedulikan Tapol dan Napol. “Jadi saya harapkan yang hadir di sini memilih pemimpin yang adil dan peduli terhadap Tapol dan Napol. Siapapun pemimpin itu,” kata dia.[]

ADI GONDRONG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar