SURGA Yang Tak Dirindukan 2 kutonton di Cinema XXI Thamrin Plaza, Medan, Rabu, 8 Maret 2017.
Saat sampai di ruangan bioskop berkursi merah itu, para petugas tidak menjaja makanan dan minuman, sebelum film dimulai, seperti kemarin saat diputar filem London Love Story 2.
Cinema XXI ini merupakan salah satu bioskop berkelas di Kota Medan, berada di lantai 7 Thamrin Plaza.
Begitu film dimulai, para penonton hanya mengisi sekira sepertiga kursi di tribun, sekira lima puluhan orang. Sebagian besar kursi itu tetap kosong sampai fim habis.
Berbeda dengan film London Love Story, penonton film Surga yang Tak Dirindukan ini, ada yang pasangan keluarga, dan hampir semua penonton perempuannya memakai jilbab.
Aku dan Zahra, sebenarnya dulu ingin menonton film Bulan Terbelah di Langit Amerika, namun tidak sempat sampai film itu tidak lagi diputar di bioskop.
Bagaimana tentang film Surga yang Tak Dirindukan 2 ini?
Ini film yang lebih baik daripada film London Love Story 2 yang kami nonton kemarin. Alur cerita film Surga yang Tak Dirindukan 2 lebih beragam. Asma Nadia sebagai penulis cerita, dan Hanung Bramantio sebagai sutradara, telah berpengalaman.
Kalau film-film Indonesia banyak yang seperti ini, penilaianku terhadapnya akan membaik sedikit, walaupun masih jauh di bawah film Amerika atau Hollywood, dan masih jauh lebih baik film P Ramlee.
Film Surga yang Tak Dirindukan 2 ini dapat dikatakan memiliki unsur keluarga, dan lingkungan seperti film India atau Bollywood. Aku hanya tidak suka akhir (ending) cerita film ini. Itu hanya ketidaksukaan yang bersifat selera, bukan kualitas. Kalau kualitas, ini film yang baik.
Namun, ada satu masalah besar dengan film ini, saat diklaim sebagai film religi yang tentu saja yang dimaksudkan adalah religi atau religius islam. Ini yang menjadi masalah. Ini masalah aqidah dan hukum syar'i.
Di dalam film ini ada dakwah mengislam orang lain, ide taat pada suami, mencintai isteri, menghargai orang lain, dan sebagainya. Itu baik.
Namun masalahnya, ketika film itu diklaim sebagai film religi yang tentu saja religius islami. Itu masalah. Merusak hukum dan aqidah, disebabkan di dalam film itu pemeran utama sempat tampil buka kepala, dan ada adegan berpelukan, yang tentu saja para pemainnya ajnabi atau bukan muhrim.
Para penonton akan menganggap berpelukan antara lelaki dan perempuan ajnabi atau bukan muhrim itu boleh, sementara di dalam agama Islam, itu hal terlarang.
Sebagaimana diketahui, Surga yang Tak Dirindukan, menurut laman wikipedia, adalah film dramaIndonesia yang edisi pertamanya dirilis pada tahun 2015. Diangkat dari novel karya Asma Nadia dengan judul sama, film ini dibintangi oleh Fedi Nuril sebagai Prasetya, seorang arsitek yang terpaksa menikahi seorang wanita depresi demi menyelamatkan nyawanya, Laudya Cynthia Bella sebagai Arini, istri dan cinta sejati Prasetya, dan Raline Shah sebagai Mei Rose, seorang wanita depresi yang diselamatkan oleh Prasetya dan menimbulkan berbagai konflik dalam rumah tangga Prasetya dan Arini.
Surga yang Tak Dirindukan 2 adalah lanjutan dari episode pertama.[]