LHOKSEUMAWE - Suhati, warga miskin penderita kanker tulang akut asal Aceh Utara dikabarkan sudah dua hari dirawat di RSU Zainal Abidin, Banda Aceh. Pihak keluarga…
LHOKSEUMAWE – Suhati, warga miskin penderita kanker tulang akut asal Aceh Utara dikabarkan sudah dua hari dirawat di RSU Zainal Abidin, Banda Aceh. Pihak keluarga masih menunggu keputusan dokter untuk dirujuk ke Jakarta.
Sudah dua malam dirawat, dokter masih mengatakan harus diamputasi sampai pangkal paha. Saya dan istri tidak mau, karena janjinya akan dibawa ke Jakarta. Saya minta rujukannya, namun belum diberikan, mungkin besok (Senin-red), kata Hasan, suami Suhati saat dihubungi portalsatu.com, Minggu, 22 Oktober 2017.
Hasan mengaku sampai saat ini belum ada komunikasi dengan Dinas Kesehatan Aceh Utara. Dia sempat bingung saat pihak Rumah sakit menanyakan perihal surat rekomendasi dari dinas, sesaat istri dimasukkan ke UGD.
Selain itu katanya, pihak rumah sakit juga sempat mempertanyakan mengapa Hasan membawa kembali istrinya ke RSU Zainal Abidin. Padahal Hasan tidak mau kaki istrinya diamputasi hingga pangkal paha. Hasan sempat berdebat menjelaskan perihal istrinya dirujuk kembali ke rumah sakit pemerintah itu dan keinginan berobat ke Jakarta.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr Machrozal, menjelaskan hasil koordinasi dengan pihak RSUZA. Menurutnya kemungkinan Suhati akan diberangkatkan ke Jakarta pada awal pekan ini untuk memastikan penanganan alternatif lain.
Untuk biaya tiket keberangkatan sudah ditanggung dari anggaran provinsi untuk dua orang, yaitu pasien dan seorang pendamping. Sedangkan biaya makan pendamping selama di Jakarta sudah diberikan oleh Wakil Bupati beberapa waktu lalu, kata Machrozal.
Ia menerangkan, pasien Suhati kemungkinan akan dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Namun, keputusan finalnya ada di tangan dokter ahli dari RSU Zainal Abidin.
Terkait rekomendasi, Kadis menjelaskan tidak perlu karena pihaknya sudah menangani dengan sistem rujukan dari RSU Cut Meutia di Lhokseumawe.
Sebelumnya diberitakan, Suhati warga asal Cot Lambideng, Kecamatan Sawang Aceh Utara, sudah empat tahun menderita kanker tulang akut di lutut. Kanker itu membuat lutut pasien membengkak sebesar buah labu. Selama sakit, wanita beranak tiga itu hanya bisa duduk dan tidur di rumah.
Pada akhir September lalu, dokter menyimpulkan kaki korban harus diamputasi hingga pangkal paha. Jika tidak dilakukan kanker akan terus merambat ke bagian tulang lain. Pasien dan keluarga menolak amputasi, dengan dalih ada upaya medis lain yang belum dilakukan. Namun pengobatan tersebut membutuhkan biaya hingga Rp400 juta lebih.[]