Ruang angkasa hingga saat ini masih menyisakan sejumlah misteri. Padahal, sudah banyak manusia yang telah mengorbit di sana. Bahkan, manusia telah banyak menciptakan teknologi yang…
Ruang angkasa hingga saat ini masih menyisakan sejumlah misteri. Padahal, sudah banyak manusia yang telah mengorbit di sana.
Bahkan, manusia telah banyak menciptakan teknologi yang sangat canggih. Tetapi, sejumlah teknologi itu tetap belum bisa mengungkap misteri yang ada.
Informasi tentang ruang angkasa banyak didapatkan manusia di Bumi melalui satelit yang mengorbit di sana. Informasi tersebut tentu luar biasa berharga bagi pengetahuan.
Beberapa astronot mengalami sejumlah keanehan. Padahal, mereka tengah berada di dalam satelit yang mengorbit di ruang hampa udara tersebut.
Apa saja keanehan itu?
Lantunan azan
Azan selalu terdengar saat masuk waktu salat fardu. Suara itu mengalun dari pengeras suara di masjid atau mushala yang tersebar di seluruh bumi.
Sangat masuk akal jika seseorang mendengar azan di Bumi. Tetapi, bagaimana bisa ada azan di ruang angkasa?
Seorang astronot berkebangsaan Malaysia, Sheikh Muszaphar Sukhor, mengalami sendiri keanehan itu. Dia pergi ke satelit ruang angkasa menumpang pesawat ulang alik Rusia, Soyuz TMA-11.
Di sana, dia sedang meneliti karakteristik sel-sel hati dan leukimia pada tingkat gravitasi rendah. Sukhor juga meneliti proses pengkristalan pelbagai protein dan mikroba.
Saat menjalankan penelitian itu, Sukhor juga berpuasa. Kebetulan, penelitian itu berlangsung bersamaan dengan Ramadan.
Di satelit itu, Sukhor mengalami keanehan yang dia anggap sebagai keajaiban. Dia kerap mendengar sayup-sayup suara azan saat waktu sholat tiba.
Sukhor mengaku takjub dengan hal itu. Padahal, tidak ada satupun astronot lain yang bersamanya mendengar lantunan tersebut.
Suara ketukan
Keanehan juga dialami oleh astronot berkebangsaan Cina, Yang Liwei. Dia berada di satelit ruang angkasa pada 2003 lalu.
Dia dikirim oleh negaranya dalam misi khusus ke ruang angkasa sendiri. Yang mengorbit dengan pesawat Shenzhou 5.
Saat di ruang angkasa, Yang mendengar bunyi seperti ketukan terjadi berulang-ulang. Seperti ada orang yang mengetuk badan pesawat dari luar.
Yang tidak tahu bunyi tersebut berasal dari mana. Sekilas, Yang menyebut bunyi itu seperti ember besi yang dipukul dengan paku.
Setelah menyelesaikan misinya dan kembali ke bumi, Yang menceritakan pengalamannya kepada teknisi. Selain itu, dia mencoba membuat suara serupa dengan memukul benda-benda tertentu, namun hasilnya tidak ada yang mendekati apa yang telah dia dengar.
Keanehan juga dialami oleh beberapa astronot NASA. Menggunakan Apollo 10, mereka mengitari bulan selama 60 menit dan mendarat di sisi gelap bulan.
Saat mendarat, para astronot mendapati suara aneh. Suara itu mengalun seperti musik, sebagian mendengar seperti suara siulan.
Keanehan itu dilaporkan ke kantor pusat NASA. Muncul sejumlah spekulasi terkait suara itu. Ada yang menyebut suara itu muncul karena gangguan radio akibat gelombang magnet di atmosfer.
Tetapi, laporan tersebut kemudian dirahasiakan. Baru pada 2008, NASA merilisnya ke publik.[] Pelbagai sumber/dream.co.id