TERKINI
TAK BERKATEGORI

Soal Ketegangan Politik Aceh, Ini Kata Pengamat

BANDA ACEH – Kasus penembakan terakhir yang dialami oleh salah satu pasangan calon gubernur Aceh, Tarmizi Karim dinilai tidak akan menggangu aktivitas politik jelang Pilkada…

ZAHRATIL AINIAH Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 636×

BANDA ACEH – Kasus penembakan terakhir yang dialami oleh salah satu pasangan calon gubernur Aceh, Tarmizi Karim dinilai tidak akan menggangu aktivitas politik jelang Pilkada serentak 2017 di Provinsi Aceh.

Pengamat hukum dari Universitas Syiah Kuala, Syaifuddin Bantasyam mengatakan, ketegangan jelang pemilu legislatif dan Pilkada di Indonesia sudah biasa terjadi. Seperti mulai dari berbagai bentuk ketegangan, dari yang biasa hingga pada kekerasan politik.

“Ada serangan-serangan dalam bentuk tulisan di medsos oleh timses, ada juga serangan verbal dalam berpidato dan kemudian juga terjadi bentrok fisik di lapangan,” kata Syaifuddin kepada Okezone di Banda Aceh, Kamis (24/11/2016).

Terakhir kasus penembakan rumah oleh orang tak dikenal pada 16 November 2016. Rumah tersebut diketahui merupakan kediaman salah satu calon gubernur Aceh, Tarmizi Karim. Dari keterangan polisi, diketahui tembakan mengenai pagar rumah dan terdapat selongsong peluru di sekitar lokasi.

Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Selain itu berkas kasus telah dilimpahkan dari Polresta Banda Aceh ke Polda Aceh untuk ditindaklanjuti.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala tersebut mengaku, secara umum, berbagai kejadian jelang Pilkada selama ini belum sampai mengganggu tahapan penyelenggara Pilkada. Selain itu ia melihat belum adanya pengaruh buruk pada kegiatan masyarakat sehari-hari.

“Dalam pandangan saya, masyarakat belum menunjukkan rasa ketakutan atas kejadian-kejadian yang sudah terjadi beberapa kali di beberapa tempat,” tandasnya.[] okezone.com

ZAHRATIL AINIAH
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar