LHOKSEUMAWE Pihak DPRK Aceh Utara kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah kabupaten setempat yang dinilai sampai hari ini tidak memiliki sikap konkret terkait status Akademi Kesehatan (Akkes). Dewan juga mengingatkan Pemkab Aceh Utara bek sok mok dalam memilih opsi menyangkut nasib Akkes tersebut.
Sebagaimana diketahui, DPRK Aceh Utara telah menyampaikan rekomendasi secara terbuka kepada bupati agar mempertimbangkan opsi Akkes bergabung ke Unimal di bawah Kemenristek Dikti. (Baca: DPRK Rekomendasikan Akkes Aceh Utara Bergabung ke Unimal)
Tapi Pemkab lage hana diboh yuem rekomendasi dewan. Pejabat Pemkab sang lage ka panik lheuh na rekomendasi nyan (Pemkab terkesan tidak menghargai rekomendasi dewan. Kita lihat pejabat Pemkab sepertinya panik setelah disampaikan rekomendasi itu), ujar Ketua Komisi E (Bidang Pendidikan) DPRK Aceh Utara Tgk. Junaidi kepada portalsatu.com lewat telepon seluler, Selasa, 16 Mei 2017.
Tgk. Junaidi menilai pejabat Pemkab Aceh Utara terkesan panik lantaran setelah keluar rekomendasi DPRK, muncul pernyataan yang berubah-ubah kepada publik, tanpa sikap yang jelas. Seharusnya, kata Tgk. Junaidi, dua atau tiga hari setelah DPRK menyampaikan rekomendasi itu, pengambil kebijakan di Pemkab Aceh Utara langsung mengajak dewan untuk membahas bersama opsi Akkes bergabung ke Unimal.