TERKINI
NEWS

Siswa SMP dan SMA Peukan Bada Ikut Simulasi Kesiapsiagaan Bencana

BANDA ACEH - Siswa SMPN 1 dan SMAN 1 Kecamatan Peukan Bada Banda Aceh mengikuti simulasi evakuasi mandiri kesiapsiagaan bencana yang digelar United Nations Development…

SIRAJUL MUNIR Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 1.4K×

BANDA ACEH – Siswa SMPN 1 dan SMAN 1 Kecamatan Peukan Bada Banda Aceh mengikuti simulasi evakuasi mandiri kesiapsiagaan bencana yang digelar United Nations Development Programme (UNDP) bekerja sama dengan BPBA dan pihak sekolah itu, Selasa, 3 Oktober 2017.

Dalam simulasi itu, mulanya terjadi gempa berkekuatan 8,2 Skala Richter, sekira pukul 10.00 WIB. BMKG mengeluarkan informasi bahwa pusat gempa berada di Aceh Besar dan dirasakan di seluruh Kota Banda Aceh, diprediksikan akan terjadi tsunami.

Dampak gempa hebat tersebut mengakibatkan beberapa siswa SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Peukan Bada, terlihat mengalami luka-luka karena terkena material bangunan sekolah yang rusak dan roboh. Para guru dan siswa yang selamat, berusaha memberikan pertolongan dengan mengevakuasi para korban yang terluka dari puing-puing bangunan.

Sepuluh menit setelah gempa, BMKG kembali mengeluarkan informasi bahwa tsunami diprediksikan akan melanda bagian utara Pulau Sumatera sehingga diminta kepada warga untuk mengevakuasi diri.

Sirine tanda tsunami yang dibunyikan dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mulai terdengar. Beberapa masyarakat, khususnya para siswa yang tadinya sibuk memberikan pertolongan terlihat mulai panik. Para guru mencoba menenangkan para siswa sambil mengarahkan mereka.

Para siswa ini dengan tertib mengikuti instruksi guru mereka menuju tempat evakuasi gedung escape building, yang ada di Kecamatan Peukan Bada, dengan dibantu RAPI dan beberapa petugas BPBD Aceh Besar. 

Sesampai di gedung tersebut, para siswa diminta untuk tetap tenang dan berdoa. Sedangkan beberapa siswa yang tergabung dengan PMR dan Pramuka, dibantu PMI, memberikan pertolongan lanjutan kepada para korban yang terluka.

Tidak lama kemudian, tsunami mulai melanda hingga menenggelamkan lantai dasar gedung escape building. Para siswa yang berada di gedung terus bertakbir dan berdoa, hingga tsunami kembali surut.

“Allahu… Akbar… Allahu…,” suara takbir menderu gedung escape building.

Kepala BPBD Aceh Besar Ridwan Jalil mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini sebagai upaya pengurangan risiko bencana, salah satunya dengan mengedukasi peserta didik supaya mereka sedini mungkin memahami bahwa mereka berada dan tinggal di daerah rawan bencana.

“Simulasi ini bertujuan untuk memberi ilmu, memberi pengetahuan kepada mereka apa yang harus dilakukan manakala bencana terjadi, baik itu gempa maupun tsunami,” kata Ridwan Jalil kepada portalsatu.com, Selasa, 3 Oktober 2017.

Dia menambahkan, kejadian gempa dan tsunami di Aceh sudah berjalan lebih sepuluhan tahun. Sehingga ini menjadi pembelajaran dan edukasi kepada mereka, supaya tidak hanya mendengar bahwa di daerah Aceh pernah terjadi tsunami dan gempa besar. 

“Bahkan saat terjadi mereka masih sangat kecil. Jadi ke depan apa yang bisa mereka lakukan atau tindakan-tindakan yang bisa diambil manakala bencana serupa terjadi lagi,” jelasnya.

Hampir di seluruh wilayah Kota Banda Aceh maupun Aceh Besar, dikatakan Ridwan Jalil, sudah ada arah evakuasi untuk masyarakat dengan petunjuk-petunjuknya agar mengambil jalur evakuasi apabila bencana serupa terjadi lagi di wilayah Aceh. 

Bagi siswa sendiri, kegiatan ini dianggap sangat bermanfaat, karena dapat melatih para siswa kalau terjadi bencana. 

“Jadi kami bisa siap-siap,” kata Oktania Dya Ulhaq, siswa kelas XI MIA 3 SMA N 1 Peukan Bada.

Dya mengatakan, pembelajaran simulasi sudah sering dijelaskan di sekolah. Sehingga apabila terjadi gempa maupun tsunami, dia sudah tahu apa yang harus dilakukan dan bahkan dapat membantu orang lain.

“Kadang ada materi tentang kesiapsiagaan bencana. Jadi jangan panik apabila terjadi gempa,” jelasnya.

“Karena sudah banyak mengikuti tanggap bencana ini, saya mulai paham bagaimana cara membantu orang, dan kami juga tahu langka apa saja yang harus dilakukan,” jelasnya lagi.

Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menanggapi kesiapsiagaan bencan diungkapkan Dya, yakni jangan panik; hindari sesuatu di kepala dengan menggunakan tas; berlindung di bawah meja; hindari bahan dari kaca; mengikuti rute evakuasi; berada di titik kumpul; dan apabila terjadi resiko tsunami maka bergegas ke building.[]

SIRAJUL MUNIR
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar