TERKINI
TAK BERKATEGORI

Setelah Bom Meledak, Tangan Napi Ini Diamputasi

LHOKSEUMAWE - Narapidana yang diduga pelaku sekaligus korban ledakan bom rakitan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Lhokseumawe masih dirawat intensif di Rumah Sakit…

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 556×

LHOKSEUMAWE – Narapidana yang diduga pelaku sekaligus korban ledakan bom rakitan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Lhokseumawe masih dirawat intensif di Rumah Sakit Kasih Ibu, Senin, 24 Oktober 2016. Tim dokter harus mengamputasi kedua tangan napi bernama Fauzi lantaran luka akibat kena serpihan bom sangat parah.

Ketua Yayasan Rumah Sakit Kasih Ibu Lhokseumawe Herawati mengatakan, dokter harus mengamputasi kedua tangan napi tersebut untuk menyelamatkan jiwa pasien. Saat ini, kata dia, kondisi pasien itu secara umum berangsur membaik.

“Kedua tangannya harus diamputasi. Dokter sudah mengusahakan agar hendaknya organ tubuh F, jangan diambil, tetapi terpaksa diambil karena kondisi itu yang terbaik agar pasiennya bisa diselamatkan,” kata Herawati.

Pantauan portalsatu.com, personel kepolisian masih menjaga ketat Fauzi yang dirawat di RS Kasih Ibu. Pihak keluarga terlihat mendampingi perawatan napi tersebut.

Diberitakan sebelumnya, bom rakitan meledak di dalam LP Lhokseumawe, 23 Oktober 2016 usai siang. Akibatnya, dua napi terluka, yaitu Fauzi bin Mukhtar, dan Tarmizi bin Basyah. Tarmizi mengalami luka lecet, sehingga ia langsung dipulangkan ke LP setelah mendapat pengobatan di rumah sakit.[]

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar