TERKINI
EKBIS

Sapu Turki Bertahan di Tengah Geliat Teknologi

Dalam seminggu, Bicakci mengaku bisa memproduksi 300 sapu

ZAMAH SARI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 495×

SAMSUN – Penduduk di kampung Alibeyli, kabupaten Carsamba, Kota Samsun menganyam sapu sebagai mata pencaharian turun menurun dari kakek mereka.

Di tengah geliat teknologi, Hikmet B?çakç?, ayah dari tiga anak masih tetap berusaha memproduksi sapu secara tradisional.

Bicakci melestarikan profesi tersebut yang sudah dipelajarinya selama 35 tahun. Dalam seminggu, Bicakci mengaku bisa memproduksi 300 sapu.

“Kami memulai pekerjaan ini setiap bulan September. Dalam setahun, 2-3 bulan kami tidak menganyam untuk bercocok tanam,” jelas dia.

“Rumput-rumput yang menjadi bahan sapu kami ambil dari kota Edirne dan Vezirkopru,” kata dia.

Anyaman sapu memang sangat diminati pasar saat vacuum cleaner belum beredar, namun kini situasinya berubah. “Kami terus bertarung dengan teknologi dan melestarikan pekerjaan kami,” ungkap Bicakci.

Bicakci mengatakan dirinya membiayai anaknya di perguruan tinggi dari hasil menganyam sapu.

Istri Hikmet Bicakci, Seker Bicakci, menyampaikan mereka membuat bengkel anyaman sapu di bawah rumah.

“Keluarga telah mengajarkan kami menganyam sapu sebagai profesi. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi telah menyebar ke tiap rumah,” jelas dia.

“Oleh karena itu kita hampir kehilangan pekerjaan. Saya menyisir rambut untuk menghidupkan anak-anak saya,” ujar dia merujuk idiom kerja keras menghidupi keluarga.[]Sumber:anadolu agency

ZAMAH SARI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar