LHOKSUKON – “Ketika terkena bias petir, rasanya seperti kesetrum listrik. Bersamaan dengan hilangnya suara petir, saya pun tak sadarkan diri lagi alias pingsan,” kata Nurhayati, 37 tahun, warga Gampong Ulee Titi, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara yang terkena bias petir saat angin puting beliung menerjang kawasan itu, Jumat, 6 Januari 2017.
Ditemui portalsatu.com di ruang rawat inap Puskesmas Cempedak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, janda lima anak itu mengatakan, Sambaran petir itu ikut merusak semua alat elektronik yang ada di rumahnya.
“Seluruh badan saya rasanya sakit dan kebas, terutama yang sebelah kiri. Saya memang takut dengan suara petir. Jadi saat kilatan petir terlihat, saya langsung memeluk anak-anak. Tanpa saya sadari ternyata saya kena sambarannya. Alhamdulillah, anak-anak tidak kena,” ujarnya.