Nama aslinya Roy Wicaksono Abdul Salam. Ia lahir di Salatiga, 1 Maret 1952. Namanya sempat dikenal sebagai The Big Five artis dengan bayaran termahal di Indonesia.
Untuk mencapai kesuksesan seperti saat itu, pria yang mempunyai nama panggung Roy Marten ini ternyata pernah menjadi gelandangan di Jakarta. Hal itu diungkapkan oleh Roy saat berbincang dengan Helmy Yahya yang diunggah di channel YouTube berjudul 'Roy Marten Sempat Ditampar Christine Hakim 17 Kali. Bagaimana Ceritanya?'.
Adik dari aktor Rudy Salam itu mengaku awal perjalanannya ke Jakarta dimulai sekitar tahun 1972, ketika usianya masih 20 tahun. Sebelum menjadi aktor, Roy sempat mencoba untuk menjadi seorang model.
“Awalnya jadi model, kepenginnya sih main film, cuma enggak tahu jalannya ketika itu film Indonesia baru sangat turun, jadi enggak tahu caranya. Ketika ada yang ngajak (jadi model), saya pikir itu jalan ke sana,” kata Roy Marten.
Karena tidak mampu membayar kost, Roy terpaksa menjadi seorang gelandangan bersama temannya, Pangky Suwito.
“1972, umur 20, jadi gelandangan. Kost enggak bisa bayar kayak gitu kan di Grogol. Jadi ketika ada kesempatan fashion, ya saya hanya untuk sekadar ya cari makan, tapi enggak ada bakat di sana (model),” terangnya.
Perjalanan hidupnya saat awal-awal meniti karier di dunia hiburan Tanah Air dianggap Roy tidaklah mudah. Ia bahkan tidak mampu membayar ongkos ketika naik bus.
“Ya kita naik bus ketika itu 10 perak, itu pun tidak bisa bayar. Jadi ya udah ajak aja berantem,” katanya.
Untungnya, Roy masih mempunyai teman yang memperbolehkannya untuk tinggal di suatu bangunan yang belum waktunya untuk ditempati. Bangunan yang sempat ditempati oleh Roy Marten itu kini dikenal sebagai Taman Anggrek.