Banda Aceh – Kader PDIP yang juga Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan nasihat politik kepada para kader saat pengarahan di Rapat Kerja Daerah DPD PDIP Aceh di Banda Aceh, Sabtu (6/8/2016).
“Jangan remehkan anak kecil saat masa kampanye karena mereka bisa jadi juru kampanye yang efektif bagi orangtuanya. Lebih penting lagi, kalau sudah menjabat jangan sampai lupa dengan masyarakat yang telah memilih. Jangan meremehkan anak kecil. Yang kampanye anak-anak kecil. Jadi jangan remehkan anak kecil,” pesannya.
Ia pun berbagi kesan saat dirinya bertemu anak-anak ketika sedang terjun ke lapangan.
“Saya kalau lagi jalan atau pas sedang mengontrol di lapangan, anak-anak minta salam dan cium tangan. Saya tanya mereka, kamu sudah cium tangan ibu kamu belum? Saya pernah berkumpul dengan ribuan anak, ribuan anak itu minta salaman. Anak jadi jurkamnya kita. Betul lho. Saya buktikan itu,” ujarnya.
Risma juga meminta agar spirit gotong royong dihidupkan kembali di setiap daerah.
Dalam kesempatan itu, ia menceritakan bagaimana dirinya menggerakkan warga di sejumlah kampung di Surabaya.
“Intinya adalah gotong royong. Saat kita mau merdeka kita tak sebut siapa saya. Tujuannya adalah merdeka. Sekarang ini kita dipecah belah. Saya paling benar. Iman saya paling kuat. Akhirnya kita tidak cepat sejahtera,” tambahnya.
Risma turut meminta seluruh kader PDIP, termasuk para calon kepala daerah untuk bersama-sama mengurangi kemiskinan dan peduli dengan warga yang kurang mampu.
Apalagi menurut Konstitusi UUD 1945, mereka berhak mendapatkan perhatian dari Negara. “Jangan lupa kalo kita sudah jadi,” tegasnya.
Ia pun menceritakan, ketika dirinya masih turun langsung dan bertatap muka dan berdialog dengan masyarakat. Diceritakannya berbagai program di Kota Surabaya yang sarat dengan kepedulian sosial.