Lokakarya ini untuk menyamakan persepsi di antara semua pelaku pembangunan mengenai P2KKP.
LHOKSEUMAWE – Puluhan Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) dan stakeholder (pemangku kepentingan) dunia usaha dan media massa mengikuti lokakarya Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman (P2KKP) dalam pencapaian 100-0-100 integrasi RPJM gampong yang responsif gender di Kota Lhokseumawe.
Lokakarya P2KKP hasil kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang digelar di Hotel Lido Graha, Rabu, 21 Oktober 2015, dibuka Asisten III Setda Lhokseumawe, Miswar Ibrahim mewakili Wali Kota setempat.
Miswar Ibrahim dalam sambutannya mengatakan tujuan diadakannya lokakarya ini untuk menyamakan persepsi di antara semua pelaku pembangunan mengenai P2KKP dalam mencapai target 100-0-100 dan penanganan kawasan kumuh di perkotaan pada tahun 2015-2019.
Menurut Miswar, melalui P2KKP nantinya akan ada perbaikan pada wilayah permukiman dan perumahan yang masih dianggap kumuh di Kota Lhokseumawe.
“Permukiman kumuh adalah permukiman yang tidak layak huni karena ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat. Sementara perumahan kumuh perumahan yang mengalami penurunan kualitas fungsi sebagai tempat hunian,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk menyukseskam P2KKP, Pemko Lhokseumawe akan menyiapkan perbaikan sarana-sarana umum. Tentunya pencapaian ini akan berhasil dengan adanya dukungan masyarakat agar penataan kawasan permukiman kumuh dan perumahan kumuh dapat berlangsung dengan baik, kata Miswar.[]