TAKENGON – Produksi dan kualitas kopi Gayo semakin menurun dari tahun ke tahun. Pemanasan global disebut-sebut menjadi faktor utama. Tidak hanya itu, pemanasan global juga menyebabkan tingginya serangan hama penggerek buah kopi.
“Pemanasan global terjadi karena banyak gunung di Gayo yang sudah gundul,” kata Ketua Forum Komunikasi Internal Control System (ICS) Alfian didampingi Sekretaris Forum Pemerhati Danau Laut Tawar Khalisuddin kepada portalsatu.com, Rabu, 21 Desember 2016.
Penurunan produksi dan kualitas kopi, kata Alfian, akan berimbas melemahnya ekonomi masyarakat di dataran tinggi Gayo.
Alfian menyebut ICS bekerja sama dengan Forum Pemerhati Danau Laut Tawar akan melakukan langkah penanaman pohon secara berkala yang dimulai dari kawasan Danau Laut Tawar. “Tahap pertama 24 Desember akan kita tanam 500 pohon bermacam jenis,” katanya.
Sekretaris Forum Pemerhati Danau Laut Tawar Khalisuddin mengapresiasi langkah ICS yang berupaya menyelamatkan lingkungan dan kelestarian Danau Laut Tawar.
Ia menyebut kopi dan danau merupakan aset Aceh dan Indonesia yang terletak di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah, sehingga perlu dilestarikan. “Mereka (ICS) dibentuk oleh perusahaan eksportir kopi, jadi paham betul tentang pentingnya menjaga lingkungan untuk kelangsungan kopi Gayo ini. Kita sangat mengapresiasi langkah ini,” ujar Khalisuddin.
Khalisuddin juga meminta dewan segera menuntaskan Rancangan Qanun Pengelolaan Danau Laut Tawar untuk dijadikan qanun agar pengawasan terhadap danau itu dapat dilakukan secara maksimal.[]