LHOKSUKON - Di era perkembangan teknologi yang begitu pesat, kegilaan terhadap internet dinilai sesuatu yang lumrah, khususnya bagi kalangan muda. Namun yang terpenting jangan menelan…
LHOKSUKON – Di era perkembangan teknologi yang begitu pesat, kegilaan terhadap internet dinilai sesuatu yang lumrah, khususnya bagi kalangan muda. Namun yang terpenting jangan menelan mentah-mentah informasi yang masih. Disarankan agar menelaah dan menyaring dan mencari tahu kebenaran informasi tersebut.
Seperti halnya Bripda Artika Putri, 21 tahun, Polisi Wanita (Polwan) dari Polres Aceh Tengah ini. Ia aktif sebagai pengguna media sosial (medsos) sejak beberapa tahun lalu. Bahkan akun Instagram pribadinya @artika43, kini memiliki 36,1K followers.
“Jika dilihat-lihat, saat ini banyak remaja yang candu akan internet, menurut saya itu hal yang lumrah, tapi tergantung bagaimana cara penggunaannya. Jangan gunakan untuk yang bukan-bukan, karena selain merugikan dirinya sendiri juga dapat merugikan orang lain,” ujar Bripda Artika Putri, saat dihubungi portalsatu.com, Kamis, 13 April 2017.
Ia menyebutkan, sebaiknya internet atau media sosial itu digunakan untuk hal yang penting saja. Misalkan, kata Artika, untuk mencari tahu peristiwa yang terjadi di luar daerah tempat tinggal, baik yang bersifat lokal, nasional atau pun internasional, sehingga bisa menambah wawasan dan pengetahuan.
“Bagi remaja putri, tidak ada salahnya browsing tentang resep masakan, kue dan aneka kuliner lainnya. Kan asyik, kita jadi update tentang kuliner Nusantara. Bisa juga update tentang fashion, hijab, lokasi wisata yang indah untuk dikunjungi, dan lainnya,” ucap Artika.
Di zaman yang akses informasi serba mudah seperti saat ini, menurut Artika, banyak remaja yang terkadang salah arah dalam memanfaatkan internet.
Bisa dikatakan, lanjutnya, hampir semua remaja menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu untuk keperluan sekolah, kuliah, pertemanan, dan lainnya.
“Di sisi lain, banyak juga remaja yang memakai akses internet untuk menjatuhkan atau membully orang lain di media sosial. Misalkan, dengan mengomentari status atau foto yang diposting orang lain dengan kata-kata yang pedas, bahkan menyakitkan. Itu kan tidak baik. Jika memang ada yang tidak disukai, katakan saja dengan tutur bahasa yang baik, tidak perlu komentar di status yang bisa dilihat publik, kan bisa melalui chat personal. Jadilah remaja yang bijak dalam menyikapi segala sesuatu,” kata Bripda Artika Putri, Polwan Cantik dari 'Negeri di Atas Awan'. []