ADVERTISEMENT 728 × 90

Pengungsi Korban Banjir Aceh Selatan Terserang Gatal-gatal

BOY NASHRUDDIN
Penulis
1 views 3 menit baca

TAPAKTUAN – Ratusan masyarakat korban bencana banjir di Aceh Selatan yang menempati posko pengungsian sejak Sabtu, 7 Januari 2017 dilaporkan mulai terserang penyakit gatal-gatal. Untuk mengatasi persoalan tersebut Dinas Kesehatan Aceh Selatan telah mendirikan posko kesehatan di tiga titik pengungsian. Masing-masing di Kompi Brimob dan Masjid Desa Cot Bayu, Kecamatan Tumon Tengah serta di Desa Ujong Pasir, Kecamatan Kluet Selatan.

“Masyarakat yang menempati posko pengungsian tersebut telah mulai mengeluh gatal-gatal. Mungkin disebabkan karena pengaruh terendam banjir. Untuk mengatasi persoalan tersebut kami langsung berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan dan alhamdulilah respons yang diberikan sangat cepat karena sejak Sabtu kemarin langsung didirikan tenda posko kesehatan dan ditempatkan tenaga medis di masing-masing posko pengungsian,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Selatan, Erwiandi di Tapaktuan, Minggu, 8 Januari 2017.

Bahkan, sambung Erwiandi, pada Sabtu sore kemarin pihaknya sempat menerima keluhan dari para tenaga medis yang standby di lokasi pengungsian karena stok obat-obatan khususnya salap untuk mengobati penyakit gatal-gatal sudah habis.

“Kehabisan obat ini dapat kita maklumi karena jumlah masyarakat yang menempati posko pengungsian tergolong banyak. Namun berdasarkan hasil koordinasi terakhir kami dengan pihak Dinas Kesehatan, persoalan kehabisan obat tersebut pada hari ini sudah tertangani sehubungan telah dipasoknya obat-obatan tambahan dari Gudang Tapaktuan dan dari sejumlah Puskesmas,” ujar Erwiandi.

Erwiandi menyebutkan, di lokasi pengungsian Kompi Brimob Trumon ada 85 Kepala Keluarga (KK). Di lokasi pengungsian ini ada sebanyak 48 orang anak-anak balita, 3 orang ibu hamil dan 15 orang lanjut usia. Di lokasi ini selain telah didirikan tenda posko kesehatan juga telah dikerahkan mobil dapur umum milik Pemkab Aceh Selatan.

Kemudian di lokasi pengungsian Masjid Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah ada 40 KK. Sedangkan di Kecamatan Kluet Selatan, ada sebanyak 58 KK yang mengungsi karena rumahnya sudah terendam banjir.

“Namun khusus di Ujong Pasir Kecamatan Kluet Selatan ini tidak didirikan tenda posko pengungsian. Karena para pengungsi lebih memilih tinggal di rumah sanak keluarganya di desa-desa tetangga. Untuk kebutuhan bahan makanan aparat desa setempat telah mendirikan dapur umum secara tradisional. Sedangkan kebutuhan bahan makanan di pasok oleh BPBK dan Dinas Sosial,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Erwiandi juga menginformasikan bahwa sebanyak 75 Kepala Keluarga (KK) masyarakat Desa Padang Harapan, Kecamatan Trumon yang sebelumnya pada Sabtu 7 Januari 2017 telah mengungsi ke Posyandu desa setempat juga telah meminta agar segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman karena luapan air semakin naik.

“Pada Minggu pagi tadi kami dihubungi oleh Camat Trumon meminta supaya sebanyak 75 KK masyarakat Desa Padang Harapan yang sebelumnya telah mengungsi ke Posyandu desa setempat untuk dipindahkan ke lokasi lain yang lebih aman. Mengingat hanya Posyandu tersebut bangunannya tergolong lebih tinggi dari bangunan – bangunan lain di desa itu, namun kondisi saat ini juga terancam bakal terendam air, maka langkah evakuasi warga tersebut harus ke luar desa dimaksud. Saat ini petugas telah kami kerahkan ke lokasi sedangkan lokasi evakuasinya sedang dipersiapkan,” kata Erwiandi.

Menurutnya, meskipun curah hujan di wilayah Aceh Selatan pada Minggu 8 Januari 2017 sudah mulai mereda, namun ancaman banjir khusus untuk wilayah Trumon Raya masih mengancam. Hal itu disebabkan karena banjir yang terjadi di wilayah tersebut disamping disebabkan karena luapan sungai juga disebabkan oleh banjir kiriman dari Kuta Cane, Aceh Tenggara dan Sungai Gelombang Pemko Subulussalam.

“Banjir di Trumon berbeda dengan banjir di wilayah Kluet Raya. Sebab banjir wilayah Kluet Raya murni karena meluapnya Sungai (Krueng) Kluet jika luapan sungai sudah surut secara otomatis banjir yang merendam rumah penduduk juga surut. Sedangkan di wilayah Trumon Raya, jikapun wilayah tersebut tidak turun hujan tapi banjir juga tetap datang karena kiriman dari Aceh Tenggara dan Subulussalam serta Aceh Singkil. Makanya penanganan banjir terhadap Trumon Raya berbeda dengan wilayah lainnya di Aceh Selatan,” katanya.[]

Laporan Hendrik Meukek

# aceh selatan # banjir
BOY NASHRUDDIN

BOY NASHRUDDIN

Jurnalis & kontributor di Portalnews.

Lihat semua artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *