TERKINI
NEWS

Pemkab Aceh Utara Klaim Berhemat Anggaran Operasional, Ternyata…

LHOKSEUMAWE – Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf mengatakan, plafon anggaran untuk semua Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) cenderung menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya, kondisi…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 5 menit
SUDAH DIBACA 798×

LHOKSEUMAWE – Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf mengatakan, plafon anggaran untuk semua Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) cenderung menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya, kondisi dana perimbangan beberapa tahun terakhir cenderung menurun, khususnya pendapatan bersumber dari Migas dan dana Otsus tidak lagi ditransfer ke pemerintah kabupaten/kota.

“Untuk hal ini, kami telah melakukan penghematan penggunaan anggaran rutinitas yang bersifat operasional untuk digunakan pada belanja prioritas pembangunan,” ujar Fauzi Yusuf alias Sidom Peng membacakan sambutan bupati dalam rapat paripurna istimewa DPRK Aceh Utara tentang penyampaian rancangan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Tahun Anggaran (KUA PPAS TA) 2018, Selasa, 25 Juli 2017, sore.

Baca: Sidom Peng Serahkan KUA PPAS 2018, Cek Mad Sampaikan LKPj AMJ

Benarkah Pemkab Aceh Utara berhemat anggaran rutin yang bersifat operasional?

Berikut sebagian data plafon (pagu) anggaran Sekretariat Kabupaten dan Sekretariat DPRK—dua di antara puluhan SKPK—yang dialokasikan dalam rancangan PPAS Aceh Utara 2018. Data diperoleh portalsatu.com, 27 Juli 2017, pagu anggaran administrasi pemerintahan Sekretariat Kabupaten/Daerah (Setda) Rp30,2 miliar lebih, dan Sekretariat DPRK atau Setwan Rp20,2 miliar lebih.

Setda 2018

Dari Rp30,2 miliar lebih anggaran pemerintahan Setda dalam rancangan PPAS 2018, paling besar untuk program pelayanan administrasi perkantoran Rp10,3 miliar. Dari total dana program tersebut, paling banyak untuk penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional Rp2,9 miliar lebih, rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah (sering disebut dana perjalanan dinas) Rp2,1 miliar lebih, penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Rp1,9 miliar lebih, dan penyediaan makanan dan minuman Rp1,3 miliar lebih. Sejumlah kegiatan lainnya bagian dari program itu, pagu anggarannya Rp59,8 juta hingga Rp640 juta.

Program peningkatan pelayanan kedinasan kepala daerah/wakil kepala daerah Rp2,9 miliar lebih. Paling banyak untuk pendukung kegiatan kepala daerah Rp1,8 miliar lebih. Sementara program peningkatan kualitas pelayanan publik Rp459 juta. Selain tiga program tersebut, ada pula lebih 10 program lainnya yang pagu anggarannya mulai puluhan juta hingga miliaran rupiah.

Setwan 2018

Dari Rp20,2 miliar lebih anggaran administrasi pemerintahan Setwan dalam rancangan PPAS 2018, paling banyak untuk program peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat daerah Rp11,6 miliar lebih. Dari jumlah itu, terbanyak untuk rapat-rapat alat kelengkapan dewan Rp8 miliar lebih (13 kali jumlah kunjungan), peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRK Rp1,3 miliar, dan pembahasan rancangan qanun Rp998 juta. Sedangkan kegiatan lain bagian dari program tersebut, pagunya mulai Rp82,9 juta sampai Rp653,6 juta.

Program pelayanan administrasi perkantoran Rp8 miliar lebih. Paling banyak untuk rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah Rp2,6 miliar lebih, penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional Rp1,5 miliar, dan penyediaan makanan dan minuman Rp990 juta lebih. Sejumlah kegiatan lain bagian dari program tersebut, pagunya Rp35 juta sampai Rp897,8 juta. Tiga program lainnya di Setwan, pagunya Rp75 juta sampai Rp300 juta.

Baca: Anggaran Administrasi Pemerintahan Setda Rp30,2 M, Setwan Rp20,2 M

Setda 2017

Data dalam buku APBK Aceh Utara 2017, program pelayanan administrasi perkantoran Rp10,4 miliar lebih. Paling banyak untuk penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional Rp3 miliar lebih, rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah Rp2,1 miliar lebih, penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Rp1,9 miliar lebih, penyediaan makanan dan minuman Rp1,3 miliar lebih.

Program peningkatan pelayanan kedinasan kepala daerah/wakil kepala daerah Rp3,3 miliar. Paling banyak untuk pendukung kegiatan kepala daerah Rp1,8 miliar. Dari jumlah itu paling banyak untuk honorarium non-PNS Rp1miliar lebih, yaitu honorarium pegawai honorer/tidak tetap Rp996 juta, mulai para petugas pendopo sampai tim penasihat bupati dan tim ahli bupati. Sementara program peningkatan kualitas pelayanan publik Rp645,8 juta.

Setwan 2017

Program peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat daerah Rp12,1 miliar lebih. Paling banyak untuk rapat-rapat alat kelengkapan dewan Rp8 miliar lebih, peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD Rp1,2 miliar lebih, kegiatan reses Rp1,2 miliar, pembahasan rancangan qanun Rp997,8 juta.

Program pelayanan administrasi perkantoran Rp8,5 miliar, paling banyak untuk rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah Rp2,6 miliar, penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional Rp1,5 miliar, penyediaan makanan dan minuman Rp990 juta.

Setda 2016

Dalam APBK 2016 murni (sebelum perubahan), program pelayanan administrasi perkantoran Rp11,2 miliar. Paling banyak untuk penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional Rp3 miliar lebih, rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah Rp2,6 miliar lebih, penyediaan jasa komunikasi sumber daya air dan listrik Rp2 miliar lebih, dan penyediaan makanan dan minuman Rp1,3 miliar lebih. Kegiatan lain bagian dari program itu, pagunya Rp51,7 juta sampai 735,9 juta.

Program peningkatan pelayanan kedinasan kepala daerah/wakil kepala daerah Rp3,2 miliar, paling banyak untuk penunjang kegiatan kepala daerah Rp1,8 miliar. Sementara program peningkatan kualitas pelayanan publik Rp705,5 juta.

Setwan 2016

Program peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat daerah Rp12,7 miliar lebih. Paling banyak untuk rapat-rapat alat kelengkapan dewan Rp7,5 miliar, peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD Rp1,6 miliar lebih, pembahasan rancangan qanun Rp1,5 miliar. Kegiatan lain bagian dari program tersebut, pagunya Rp121,7 juta sampai Rp673,4 juta.

Program pelayanan administrasi perkantoran Rp8,1 miliar lebih. Paling banyak untuk penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional Rp2,6 miliar lebih, rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah Rp1,7 miliar. Kegiatan lain bagian dari program itu, pagunya Rp44,7 juta sampai Rp958 juta.

Sebagian data tiga tahun anggaran tersebut menunjukkan, dana untuk rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah (sering disebut dana perjalanan dinas) di Setda Aceh Utara, pagunya sama antara 2017 dan 2018. Begitu pula penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik, dan penyediaan makanan dan minuman. Artinya, tidak ada penghematan.

Program peningkatan kualitas pelayanan publik di Setda, pagu 2018 lebih rendah dibandingkan 2017 dan 2016.

Sementara di Setwan, rapat-rapat alat kelengkapan dewan, pagu 2018 sama dengan 2017, dan lebih tinggi dibandingkan 2016.

Program dan kegiatan lainnya bagian dari anggaran rutin bersifat operasional di Setda dan Setwan, juga tidak tampak penghematan secara signifikan.[](idg)

Lihat juga:

MaTA: Penyusunan Anggaran Kali Ini Mengiris Hati Publik

Cek Mad: Saya Harus Pakai Mobil Baru

Soal Usulan 3 Mobil Dinas Aceh Utara Rp3,3 M, Ini Kata Ketua BEM Unimal

Usulan Pengadaan 3 Mobil Dinas Rp3,3 Miliar Untuk Bupati-Wabup dan?

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar