BANDA ACEH – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala, Hasrizal, menyampaikan rasa simpatinya terhadap imigran suku Tamil dari Srilanka yang terdampar di perairan Aceh beberapa hari lalu. Dalam hal ini dia meminta pemerintah untuk memperhatikan dua aspek, yakni kemanusian dan hukum.
“Atas nama kemanusian kami mengharapkan Pemerintah Aceh untuk dapat membantu, dalam hal ini bahan bakar dan logistik sesuai kebutuhan,” kata Hasrizal kepada portalsatu.com, Rabu, 15 Juni 2016.
Namun terkait pendaratan, dia mengatakan ini bukanlah persoalan yang mudah karena ini menyangkut bilateral antar negara. Mahasiswa Fakultas Hukum ini berharap aspek hukum yang berlaku tetap harus dijunjung tinggi.
Terkait dengan mendarat atau tidak, harapannya semua pihak bisa menjunjung tinggi aturan hukum yang ada. “Terkait hukum internasional yang telah diratifikasi maupun pedoman tentang keimigrasian yang telah ada,” kata dia.
Akan tetapi dia tetap menyarankan pemerintah untuk membantu suku Tamil tersebut atas nama kemanusiaan. “Intinya bantuan atas nama kemanusian penting, tapi jangan mengenyampingkan aturan hukum dan kedaulatan negara,” katanya.[](bna)