TAPAKTUAN - Tokoh pemuda Kecamatan Kluet Selatan, Amrisaldin mengatakan pihaknya pesimis pekerjaan proyek jalan lingkar dari Desa Keude Kandang hingga Desa Pasie Meurapat, Kecamatan Kluet…
TAPAKTUAN – Tokoh pemuda Kecamatan Kluet Selatan, Amrisaldin mengatakan pihaknya pesimis pekerjaan proyek jalan lingkar dari Desa Keude Kandang hingga Desa Pasie Meurapat, Kecamatan Kluet Selatan, Aceh Selatan sepanjang 1.800 meter mampu dituntaskan tepat waktu oleh kontraktor pelaksana CV Prista Utama.
Pasalnya, hingga Rabu, 14 Desember 2016, kemajuan pekerjaan pengerasan dan pembukaan jalan baru tersebut dinilai masih sekitar 40 persen. Sebab pekerjaan di lapangan terlihat masih sebatas pengecoran tanggul di sisi kiri dan kanan badan jalan, sehingga penimbunan badan jalan belum dilakukan.
Melihat progress pekerjaan di lapangan, saya menilai proyek tersebut tidak mampu dituntaskan secara tepat waktu, karena sisa waktu sampai akhir Desember 2016 tinggal dua minggu lagi, kata Amrisaldin kepada wartawan di Kluet Selatan, Rabu, 14 Desember 2016.
Menurutnya, pembangunan jalan lingkar itu melewati beberapa desa mulai dari titik nol di Desa Pasie Meurapat hingga Desa Keude Kandang, Kampung Luar, Kampung Ujung dan Desa Kampung Jua (pembukaan jalan baru).
Proyek ini merupakan pekerjaan jalan lingkar yang melewati beberapa desa. Memang di Desa Kampung Jua pekerjaan pembukaan jalan barunya telah dikerjakan termasuk di Desa Pasie Meurapat dan Keude Kandang proses pekerjaan pembangunan tanggul telah dimulai. Namun khusus untuk Desa Kampung Luar dan Kampung Ujung setahu saya proses pekerjaannya belum dimulai sementara sisa waktu tinggal dua minggu lagi, ungkapnya.
Karena itu, Amrisaldin meminta kepada pihak kontraktor pelaksana segera memburu proses pekerjaan proyek dengan sisa waktu yang ada untuk menghindari terjadinya pemutusan kontrak kerja oleh dinas terkait. Sebab jika hal itu sampai terjadi maka daerah khususnya masyarakat setempat merasa dirugikan karena tidak dapat menggunakan fasilitas badan jalan tersebut seperti yang diharapkan dalam tahun 2016 ini.
Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka saya meminta kepada pihak kontraktor pelaksana segera memburu proses pekerjaan dilapangan sehingga pembangunan proyek tersebut bisa selesai tepat waktu. Namun demikian, saya juga meminta kepada kontraktor pelaksana agar memperhatikan kualitas atau mutu proyek sehingga fasilitas infrastruktur tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, tegasnya.
Sementara itu, anggota DPRK Aceh Selatan, Mirwan menyatakan, pihaknya telah berulang kali menyampaikan baik kepada pihak kontraktor maupun kepada dinas terkait dalam forum resmi dewan untuk mempercepat proses pekerjaan proyek tersebut.
Sebenarnya saya tidak mau mencampuri proses pekerjaan proyek itu karena tidak mau dipolitisir seolah-olah saya ada maksud tertentu. Namun karena hal ini menyangkut kepentingan masyarakat luas maka saya berkewajiban untuk mendorong pihak kontraktor agar menyelesaikan pekerjaan proyek secara tepat waktu dengan memperhatikan kualitas atau mutu proyek sesuai tertera dalam kontrak, ungkapnya.
Mirwan mencontohkan seperti terkait plang nama proyek yang sebelumnya tidak terlihat dipasang di lokasi proyek. Setelah hal itu disampaikan pihaknya kepada kontraktor pelaksana dan pihak dinas terkait belakangan baru dipasang.
Termasuk mengenai proses pekerjaan, saya lihat setelah saya sampaikan beberapa kali masukan saat ini sudah mulai diburu yang dibuktikan dengan telah dimasukkannya sejumlah truk pengangkut kerikil timbunan termasuk menyediakan satu unit alat berat excavator di sungai Desa Kampung Jua. Sedangkan mengenai terhentinya pekerjaan pembangunan tanggul di sisi kiri dan kanan badan jalan pada Rabu (14/12), menurut informasi saya terima disebabkan pasokan semen sedang putus, ungkapnya.
Berdasarkan pantauan lapangan Rabu (14/12), perkembangan pekerjaan proyek tersebut memang masih sangat rendah. Hal itu terlihat dari pekerjaan tanggul di sisi kanan dan kiri badan jalan mulai dari Desa Keude Kandang sampai Desa Pasie Meurapat masih banyak yang belum tuntas. Di sepanjang badan jalan yang dilalui wartawan juga terlihat beberapa titik tumpukan material kerikil dan pasir untuk bahan pembangunan tanggul, sementara material timbunan badan jalan sama sekali belum di angkut ke lokasi proyek tersebut.
Selain itu, proses pekerjaan pembangunan tanggul di sisi kanan dan kiri badan jalan kualiats atau mutunya juga terlihat sangat mengkhawatirkan karena pengecoran tanggul tersebut langsung dilakukan diatas tanggul lama yang sudah ada sebelumnya tanpa ada upaya mengetok bagian atas tanggul lama untuk memperkokoh pengecoran tanggul baru diatasnya tersebut.
Tidak hanya itu, pengecoran tanggul bantalan jalan tersebut volume besar dan tingginya juga terlihat tidak sama antara yang ada di Desa Pasie Meurapat yang terlihat lebih besar dan tinggi dengan yang ada di Desa Keude Kandang yang terlihat lebih kecil dan rendah.
Pada papan proyek dipasang di Desa Pasie Meurapat terlihat, proyek pembangunan jalan Keude Kandang – Pasie Meurapat dikerjakan CV Prista Utama dengan Konsultan Pengawas CV Menara Agung Consultant tersebut bersumber anggaran dari DAK APBK tahun 2016 senilai Rp1,59 miliar lebih. Namun sayangnya, pada papan informasi tersebut tidak dijelaskan volume pekerjaan termasuk batas akhir tenggat waktu pekerjaan, kecuali hanya disebutkan tanggal kontrak pada 8 Juni 2016.[]
Laporan Hendrik