TAKENGON – Seorang pasien terduga penderita HIV/AIDS tanpa identitas dilaporkan meninggal dunia di BLUD RSUD Datu Beru, Takengon, Kamis, 8 September 2016 sekitar pukul 00.35 WIB. Dari penampilannya, pasien tersebut diduga waria dengan taksiran usia 30-an tahun.
Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Aceh Tengah, Nurhayati Simaronjang, melalui selulernya kepada portalsatu.com, Kamis malam, membenarkan adanya pasien HIV meninggal dunia di BLUD RS Datu Beru Takengon. Informasi terakhir, jasad pasien masih berada di kamar jenazah BLUD RS setempat.
“Pasien itu panggilannya Maya, dia sepertinya bencong (waria). Dia juga tidak mengantongi identitas apapun,” kata Nurhayati.
Adapun ciri-ciri pasien berpostur badan tinggi dengan tubuh sedikit ramping, rambut melewati bahu yang juga telah diwarnai.
Maya diduga bukan warga Takengon, Aceh Tengah. Dia diperkirakan baru berdomisili di kota tersebut dan bekerja di salah satu salon di Takengon.
Berdasarkan laporan diketahui Maya diantar kerabatnya ke rumah sakit untuk pelayanan medis pada 5 September 2016. Namun setelah itu, Maya ditinggal oleh kerabatnya hingga menghembuskan nafas terakhir Kamis dini hari.
“Rabu, 7 September 2016, saya jenguk dia sudah tidak bisa ngomong lagi. Hanya mata yang terbuka, kondisinya sangat lemah. Kabarnya yang antar pun sudah tidak pernah nongol lagi,” ujar Nurhayati.
Nurhayati mengatakan Maya belum dapat dipastikan menderita AIDS lantaran belum dilakukan Sidipo. Di sisi lain, Maya juga tidak masuk dalam daftar penderita HIV/AIDS yang diawasi Dinas Kesehatan Aceh Tengah.
“Belum kita lakukan Sidipo, jadi tidak tahu kita apakah dia sudah AIDS, karena dia juga tidak masuk dalam daftar penderita HIV yang kita pantau, lantaran tidak ada laporan,” katanya.
Nurhayati menyebutkan hanya ada dua penderita HIV/AIDS yang masuk catatan daftar pengawasan Dinkes Aceh Tengah. Keduanya juga dilaporkan masih dalam kondisi sehat dan rutin mendapat kontrol medis dari petugas.[](bna)