BANDA ACEH – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), Prof Yusni Sabi, mengatakan kesalahpahaman masyarakat dalam mengartikan agama menjadi salah satu penyebab munculnya radikalisme. Selain itu, faktor lain penyebab munculnya paham radikal disebabkan pengaruh lingkungan seperti didikan keluarga dan tidak baiknya prilaku aparat pemerintah.
“Pemicu pelaku radikal bisa dari pribadi, kelompok, politisi dan oknum aparatur,” kata Prof. Yusni, saat menjadi pemateri di Focus Group Discussion atau FGD yang dilaksanakan Forum Pemuda Peduli Nusantara (FPPN), Selasa, 29 Agustus 2017. Kegiatan ini membahas tentang fenomena ISIS di Aceh, dan dilaksanakan di Hotel Diana, Banda Aceh.
Prof. Yusni Sabi mengatakan jihad yang sebenarnya adalah dapat bermanfaat bagi orang lain. Salah satunya dengan melakukan kebaikan di jalan Allah.
“Manusia yang baik, adalah manusia yang maksimal bermanfaat bagi orang lain,” kata Prof. Yusni.
Yusni menyebut radikalisme dengan istilah tindakan kelewatan. Hal ini dikarenakan kesalahan bertindak dalam menegakkan kebenaran, yang mereka anggap sesuai ajaran agama.
“Jihad yang pertama adalah, siapa yang mau, bersedia mengatakan yang benar ketika melihat kesalahan pada pemimpin, itulah jihad yang sebenarnya,” ujar Prof. Yusni.