TERKINI
NEWS

Paham Jihad Sebenarnya Versi Prof Yusni Sabi

BANDA ACEH - Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), Prof Yusni Sabi, mengatakan kesalahpahaman masyarakat dalam mengartikan agama menjadi salah satu penyebab munculnya radikalisme. Selain…

SIRAJUL MUNIR Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 725×

BANDA ACEH – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), Prof Yusni Sabi, mengatakan kesalahpahaman masyarakat dalam mengartikan agama menjadi salah satu penyebab munculnya radikalisme. Selain itu, faktor lain penyebab munculnya paham radikal disebabkan pengaruh lingkungan seperti didikan keluarga dan tidak baiknya prilaku aparat pemerintah.

“Pemicu pelaku radikal bisa dari pribadi, kelompok, politisi dan oknum aparatur,” kata Prof. Yusni, saat menjadi pemateri di Focus Group Discussion atau FGD yang dilaksanakan Forum Pemuda Peduli Nusantara (FPPN), Selasa, 29 Agustus 2017. Kegiatan ini membahas tentang fenomena ISIS di Aceh, dan dilaksanakan di Hotel Diana, Banda Aceh.

Prof. Yusni Sabi mengatakan jihad yang sebenarnya adalah dapat bermanfaat bagi orang lain. Salah satunya dengan melakukan kebaikan di jalan Allah.

“Manusia yang baik, adalah manusia yang maksimal bermanfaat bagi orang lain,” kata Prof. Yusni.

Yusni menyebut radikalisme dengan istilah tindakan kelewatan. Hal ini dikarenakan kesalahan bertindak dalam menegakkan kebenaran, yang mereka anggap sesuai ajaran agama.

“Jihad yang pertama adalah, siapa yang mau, bersedia mengatakan yang benar ketika melihat kesalahan pada pemimpin, itulah jihad yang sebenarnya,” ujar Prof. Yusni.

Selain Yusni Sabi, kegiatan yang dimoderatori Dosen FISIP Unsyiah ini juga diisi oleh Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. Faisal Ali.

Sehubungan dengan itu, Wakil Ketua MPU Aceh, Teungku Faisal Ali, mengungkapkan, kedangkalan agama juga menjadi penyebab munculnya radikalisme. Sehingga masyarakat langsung mengikuti ketika doktrin provokasi berupa jihad masuk surga dengan cara instan melalui perang diseru ISIS.

“Cara yang ditempuh adalah dengan ideologi yang ditanam berupa mendirikan negara Islam,” ungkap Teungku Faisal.

Dia menilai belum ada upaya serius yang dilakukan pemerintah meskipun telah mengetahuinya. Padahal, kata Faisal Ali, saat ini pengaruh ISIS mulai banyak di Aceh. Dia menginginkan masyarakat Aceh menjadi muslim yang sebenarnya, karena muslim sejati tidak akan pernah mau menjadi terorisme.

“Kaitan dengan fenomena ISIS yang ada di Aceh, semua sudah tahu. Namun, kenapa ini tidak ada penindakan. Kita tidak paham bahwa kita sudah diperalat oleh orang,” katanya lagi.[]

SIRAJUL MUNIR
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar