TERKINI
NEWS

Orangutan Ganggu Pencari Ikan dan Jernang di Tangse, Ini Langkah BKSDA

BANDA ACEH -- Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan, ia sudah mengetahui kabar adanya orangutan yang mengganggu warga yang mencari…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 985×

BANDA ACEH — Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan, ia sudah mengetahui kabar adanya orangutan yang mengganggu warga yang mencari ikan dan jernang di Tangse.

“Saya sudah minta keterangan dari petugas, bahwa kejadian itu benar,” ujar Sapto saat dihubungi portalsatu.com, Kamis, 12 Oktober 2017.

Tim BKSDA kata Sapto, sudah diturunkan untuk berkoordinasi mengenai persoanalan ini. Menurutnya jenis kelamin orangutan itu belum teridentifikasi.

Orangutan itu menurut Sapto juga belum bisa dievakuasi karena kondisi habitatnya yang sangat jauh di dalam hutan, sehingga sangat berisiko untuk keselamatan orangutan itu.

“Untuk sementara arahan dari tim lima orang dari BKSDA Aceh resort Sigli dan SOCP, mengimbau agar masyarakat bersabar dulu jangan mendekati orangutan tersebut dalam waktu dekat, karena tim survei akan masuk untuk melihat dan mempelajari terkait pantas atau tidaknya untuk dievakuasi,” katanya.

Sapto menambahkan, karena keberadaannya yang jauh di kawasan hutan lindung, relokasi orangutan belum menjadi pilihan.

“Sementara terkait kondisi orangutan saat ini belum tahu, nanti tim akan diturunkan untuk monitoring dan memastikan kondisinya,” kata Sapto.

Sebelumnya dikabarkan seekor orangutan di kawasan hutan lindung kawasan Gampong Pulo Breuh, Kecamatan Tangse, Pidie mengganggu warga yang mencari ikan dan jernang. Warga lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Tangse dan Koramil/16 Tangse, dan berkoordinasi dengan Imum Mukim Layan.

Oleh Mukim tersebut dilaporkan ke Yayasan Orangutan Sumatera Lestari yang berkantor di Medan, serta ke Sumatera Orangutan Konservasi Pos Jantho, Aceh Besar.

Pada Rabu, 11 Oktober 2017, pihak Yayasan Orangutan Sumatera Lestari dipimpin Riko Laino, didampingi Muchlisin dari Pos Jantho turun ke lokasi. Malam harinya diadakan rapat dengan berbagai elemen terkait.

Kejadian ini berawal ketika kelompok pencari ikan yang berjumlah delapan orang tiba-tiba diadang seekor orangutan di dekat sungai pada Rabu siang, 4 Oktober 2017. Dua hari selang dua warga Anwar (38) dan Dedy (20) yang mencari jernang juga diadang orangutan dalam perjalanan pulang pada Jumat malam, 6 Oktober 2017. Keduanya merupakan warga Gampong Blang Jeurat, Tangse.

Saat mereka melintasi jalan yang dilalui kelompok pencari ikan sebelumnya, tiba-tiba muncul orangutan mengadang mereka. Hewan itu kemudian menampar Anwar beberapa kali, lalu merangkul Anwar dan menjepitnya di bawah ketiak. Sedangkan Dedy yang berada di belakang Anwar yang memegang sebilah parang berusaha menghalau hewan tersebut dengan cara menebas pangkal lengan kanannya. Tebasan kedua mengenai dahinya. Orangutan itu kemudian melepaskan Anwar. Kedua pria itu pun langsung lari menyelamatkan diri.

Rapat koordinasi di atas memutuskan dalam waktu dekat pihan Sumatera Orangutan Konservasi Pos Jantho bersama warga didampingi aparat keamanan akan turun ke lokasi kejadian. Personel Ranger Pos Tangse juga akan memantau keberadaan orangutan itu.[]

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar