Dunia kewirausahaan harus saling mendorong, berinteraksi, berkomunikasi dalam berbagi aspek dan juga komunikasi.
BIREUEN – Menurut Bupati Bireuen DR Muzakkar A Gani SH M.Si, Bireuen berkembang besar bukan karena pemerintahan tetapi karena masyarakatnya, pemerintah hanya mengatur dan memberi akses kepada sarana dan prasarana pendukung.
“Kabupaten Bireuen adalah Kota Juang, semangat spirit perjuangan masyarakatnya melahirkan kewirausahaan (entrepreneurship), pemerintah tanpa melakukan sesuatu masyarakatnya tumbuh sendiri,” ucap Muzakkar.
Hal itu disampaikan Muzakkar dalam dialog interaktif Pojok Tazkirah yang bertajuk “New Normal Peluang Dan Hambatan Bagi Kabupaten Bireuen” bersama Ketua Himpunan Ulama Dayah (HUDA) Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau Tu Sop serta Ketua DPRK Bireuen Rusyidi Mukhtar, yang dipandu Zulfikar Muhammad Ketua NGO HAM Aceh pada Jumat malam, 19 Juni 2020.
Bupati Bireuen Muzakkar menyebut dunia kewirausahaan harus saling mendorong, berinteraksi, berkomunikasi dalam berbagi aspek dan juga komunikasi. Dalam aspek pembangunan seiring dan seirama antara eksekutif dan legislatif, dan mencegah tekanan non teknis. Ia juga mengapresiasi semua pihak yang saat ini masih mau berkomunikasi dengannya.
“Alhamdulillah kemarin kita mendapat pujian dari Plt Gubernur Aceh ketika pelantikan bupati definitif, semua Anggota DPRA dapil Bireuen hadir, anggota DPRK hadir semuanya, tokoh politik dan mantan bupati/wakil bupati juga semuanya hadir,” katanya.
Muzakkar merasa sangat bahagia didukung oleh semua pihak. Hal itu menjadi modal paling kuat untuk dijalankan dengan pengalaman yang ia miliki dan saling mengisi bersama dengan seluruh komponen yang ada.[**]