BANDA ACEH - Koordinator Pusat Mahasiswa Pemuda Peduli Perdamaian Aceh (M@PPA), Azwar AG, mengatakan pihaknya mengapresiasi mundurnya Azhari Cage dari keanggotaan DPR Aceh. Langkah tersebut merupakan sebuah…
BANDA ACEH – Koordinator Pusat Mahasiswa Pemuda Peduli Perdamaian Aceh (M@PPA), Azwar AG, mengatakan pihaknya mengapresiasi mundurnya Azhari Cage dari keanggotaan DPR Aceh. Langkah tersebut merupakan sebuah bentuk komitmen.
“Alasan saudara Azhari mundur dari keanggotaan DPR Aceh karena sangat kecewa kepada Mahkamah Konstitusi yang tidak mengacu pada UU PA dalam mengadili sengketa pilkada gubernur Aceh. UU PA selama ini terus menjadi pondasi untuk menyusun konsep pembangunan di Aceh,” kata Azwar AG.
Azwar mengatakan, hari ini diperlukan orang orang yang menunjukkan komitmen perjuangannya terhadap tegaknya UU PA di Aceh. Jangan hanya menyatakan mendukung UU PA di atas kertas, tetapi tunjukan juga komitmen jika apa yang diperjuangkan tidak terwujud kita juga harus bersikap.
“Hari ini saudara Azhari telah mengajarkan kita untuk belajar berkomitmen,” kata Azwar..
Ia mengharapkan anggota DPR Aceh yang merasa dirinya tidak mampu memperjuangkan UU PA dan kesejahtraan rakyat supaya mengambil langkah tegas mundur dari parlemen.
“Kita butuh anggota DPR Aceh yang berintegritas dan mampu memperjuangkan hak konstitusional guna mewujudkan perdamaian yang bekelanjutan,” katanya.
M@PPA, kata dia, juga mengajak publik untuk realistis dalam melihat proses kemundurun saudara Azhari, ini baru proses awal, masih panjang proses yang dilalui untuk menyatakan mundur sebagai anggota parlemen.
“Mari sama-sama kita kawal DPR Aceh dalam menjalankan agenda agenda politik pro kepada rakyat yang sesuai dengan MoU dan UU PA, kita semua berharap semangat komitmen yang ditunjukan Azhari menjadi spirit DPR Aceh dalam berkomitmen dalam agenda agenda politiknya,” kata Azwar, di Jakarta, 10 April 2017.[] (rel)