BERMULA dari kerinduannya untuk bertemu dengan alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) yang tersebar di seluruh Indonesia, akhirnya kakek 73 tahun yang memiliki nama lengkap Raden Andik Jaya Prawira ini berhasil memantapkan putaran roda sepedanya mengelilingi Indonesia, menyerukan pelestarian hutan dan lingkungan.
Kakek yang biasa disapa dengan Kang Andik ini adalah alumni SKMA Bogor tahun 1964 dan saat ini dia beralamat tempat tinggal di Jalan Gunung Sari Raya 29, RT.013 RW 004 Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah – Banjarmasin 70117.
Wilayah Indonesia Yang Sudah Dikunjungi
Kakek dari 12 orang cucu ini mengawali perjalanannya bersepeda mengelilingi Indonesia dari Banten pada tanggal 16 September 2014. Saat saya wawancarai beliau di Banda Aceh pada tanggal 20 Desember 2016 yang lalu, Kang Andik menceritakan bahawa ia telah berhasil singgah di 128 Kabupaten/Kota di Jawa Bali dengan waktu tempuh selama 271 hari dengan jarak tempuh 6.000 km. Lalu Kang Andi masuk ke NTB NTT selama 105 hari dengan 29 Kabupaten/Kota yang tersinggahi dalam jarak tempuh 7.900 km, terdiri dari 4.500 km darat dan 3.400 laut. Menyempurnakan kunjungannya ke kawasan timur, Kang Andik juga menyempatkan diri masuk ke negara tetangga Timor Leste, dari Motoain sampai ke Balibo.
Di Sulawesi, suami dari putri Dayak Melly Gumer Binti ini menghabiskan waktu selama 135 hari, dengan 77 (dari 80) Kabupaten/Kota, dalam jarak tempuh 8.900 km darat. Di wilayah Maluku Utara Kang Andik mengunjungi 4 Kabupaten/Kota, di Papua Barat Papua ia mengunjungi 13 Kabupaten/Kota dan Maluku 1 Kabupaten/Kota.
Kunjungannya ke Kalimantan dimulai dari Kalimantan Utara sampai Kalimantan Barat, melewati semua Kabupaten/Kota, kecuali 1 Kabupaten yaitu Kabupaten Sukamara di Kalimantan Tengah. Semua propinsi di Kalimantan dilewati dengan jarak tempuh 6.800 km.
Dari Kalimantan Kang Andik menuju Kepulauan Riau (Kepri), mengunjungi Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang. Dari Kepri Kang Andik terbang menuju menuju Nanggroe Aceh Darusalam. Disini 23 Kabupaten/Kota yang menjadi target kunjunganya. Dari Aceh Kang Andik akan menuju Sumatera Utara, Riau, lalu ke Sumbar dan seterusnya ke selatan hingga Lampung dan akhirnya kembali ke Banten, yang dijadualkan sekitar bulan Mei 2017.
Tujuan Perjalanan
Tujuan perjalanan ayah dari 7 orang anak (5 laki-laki dan 2 perempuan) yang lahir di Banten tanggal 4 Agustus 1943 dan memegang KTP dengan nomor 637105.040843.0001 ini adalah sebagai berikut:
1. Mengunjungi alumni SKMA dan Rimbawan Indonesia;
2. Melakukan Kampanye Pelestarian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
3. Memecahkan Rekor MURI Lansia pertama yang keliling Indonesia dengan sepeda
Pengalaman Unik
Pria yang memiliki hobby renang, bersepeda dan lari maraton ini memiliki beberapa pengalaman unik dalam perjalanannya lintas pulau keliling Indonesia. Pengalaman unik tersebut antara lain:
1. Pertama kali menyelam di Taman Nasional Wakatobi di Sulawesi Tenggara;
2. Pertama kali terbang tandem dengan Ultra Light di Putusibau, Kapuas Hulu dan masuk kolong jembatan Kapuas Hulu;
3. Snorkeling di Bunaken, Sulawesi Utara;
4. Berhasil singgah di 4 Sudut NKRI: Sabang (16 Des 2016), Merauke (26 Mei 2016) Rote (26 Sep 2015) dan Miangas (Talaud)
5. Memakai koteka dan tidur di rumah adat suku Honay (Papua) pada ketinggian 3.560 m dpl;
Perjalanan paling berat dirasakan Kang Andik adalah perjalanan Subang Ciater Tangkuban Perahu, yang berjarak 30 km di tempuh selama 10 jam. Sementara itu, rute terpanjang yang pernah dilewati adalah rute perjalanan Taliwang Sumbawa Besar dengan jarak tempuh 125 km dengan waktu tempuh 8 jam, mulai dari pukul 07.00 sampai 16.00 WIB. Rata-rata dalam sehari, Kang Andik melakukan perjalanan sejauh 75 100 km, dari pukul 07.00 sampai pukul 17.00. Pada malam hari dan hari Sabtu/Minggu Kang Andik beristirahat. Saat ini, Kang Andik melakukan survey lokasi kantor-kantor target kunjungan dan jalan-jalan pada lokasi tertentu.
Ketika ditanya hal apa yang membuatnya mendapat dukungan dari keluarga untuk mengelilingi Indonesia mengingat usianya yang sudah senja, Kang Andik mengatakan bahwa ia memberikan 50 alamat alumni SKMA yang tersebar di sejumlah daerah yang akan dikunjunginya diantaranya di Cirebon, Tasikmalaya, Tegal, Jogyakarta dan Solo. Keluarga lalu mengecek alamat tersebut dan setelah yakin benar barulah keluarga mengijinkan beliau melakukan perjalanan. Dalam perjalanannya di Jawa Bali, ternyata Kang Andik berhasil menemui 519 alumni SKMA. Selanjutnya dalam perjalanannya, Kang Andik yang tidak disponsori oleh perusahaan apapun ini selalu bertemu dengan puluhan bahkan ratusan alumni SKMA dan didukung sepenuhnya oleh Pengurus Daerah Ikatan Alumni SKMA (Pengda IKA SKMA) se Indonesia. Bahkan Kang Andik diserah-terimakan antar Pengurus Daerah/Cabang dari yang sudah dilewati kepada yang akan dilewati.
Dalam setiap kunjungannya ke propinsi atau kabupaten, Kang Andik selalu memastikan untuk bertemu dengan Gubernur/Bupati, Ketua DPRD/Sekwan dan pejabat Dinas Kehutanan maupun Kepala UPT Kementrian Kehutanan setempat, meminta tanda tangan mereka pada buku yang telah disiapkannya serta berfoto bersama para pejabat tersebut.