REDELONG Tim kepolisian akhirnya berhasil mengungkap dalang di balik kasus ledakan granat dalam mobil dinas Ketua Komisi A DPRK Bener Meriah. Insiden itu terjadi pada Sabtu sore, dan tersangka utamanya dibekuk, Minggu malam. Artinya, hanya sehari berselang, tersangka utama sudah berhasil dijebloskan dalam sel tahanan.
(Baca: Tersangka Utama Kasus Granat Meledak Dalam Mobil Dewan Bener Meriah Dibekuk)
Tersangka utama kasus granat tersebut adalah SZ, istri siri Mansyur Ismail, Ketua Komisi A DPRK Bener Meriah. Status SZ ini istri siri dari anggota DPRK Bener Meriah berinisial M, kata Kapolres Bener Meriah AKBP Deden Soemantri melalui selulernya kepada portalsatu.com, Senin, 19 September 2016.
Terungkapnya SZ sebagai istri siri M (Mansyur) sebagai tersangka utama kasus tersebut mengejutkan banyak pihak. Hal ini terlihat dari komentar berbagai kalangan kepada portalsatu.com melalui pesan BlackBerry Messenger setelah membaca berita penangkapan SZ. Sejumlah kalangan menulis, gawat that, “sep gawat“, dan ucapan senada lainnya. Pasalnya, tindakan tersangka dinilai sangat sadis.
Akibat ledakan granat itu, dua dari tujuh penumpang mobil dinas Ketua Komisi A DPRK Bener Meriah telah tewas. Kedua korban tewas merupakan putra dari Ketua Komisi A (Mansyur). Mulanya, Kiki yang masih bocah, meninggal dunia tak lama setelah kejadian, Sabtu sore.
(Lihat: Ini Nama-nama Korban Ledakan Granat Dalam Mobil Dewan Bener Meriah)
Sedangkan Aulia, 22 tahun, yang menyetir mobil saat kejadian, menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan intensif di RSUD Muyang Kute, Bener Meriah. Sebelum berpulang ke rahmatullah, pemuda itu sempat menjalani operasi medis.