JANTO Puluhan personel Polres Aceh Besar mulai menambal jalan berlubang sepanjang 100 kilometer dalam waktu 1×24 jam nonstop dengan berjalan kaki untuk memecahkan rekor MURI. Wilayah paling banyak lubang dari Seulimum sampai Lambaro, Aceh Besar.
Tim penambalan jalan berlubang itu dilepas oleh Kapolres dan Bupati Aceh Besar di Pasar Seulimum, Sabtu, 23 September 2017. Mereka adalah 30 personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Besar dibantu 20 anggota Sabhara. Kegiatan ini diikuti 50 orang, kata Kapolres Aceh Besar AKBP Heru Suprihasto setelah pelepasan tim rekoris itu.
Heru menyebutkan, para personel Satlantas dibagi tiga tim dan dinamakan tim rekoris. Sedangkan personel Sabhara membantu mengamankan lokasi kegiatan tersebut. Ini dibagi dalam tiga tim. Besok, Insya Allah finish-nya di kaki Gunung Geurutee, ujarnya.
Menurut Heru, tiga tim rekoris melakukan penambalan jalan berlubang secara bergantian dimulai dari Pasar Seulimuem hingga kaki Gunung Geurutee.
Wilayah paling parah berdasarkan hasil survei yakni sepanjang jalan dari Seulimeum sampai Lambaro. Karena memang di situ banyak melintas mobil atau truk alat-alat berat, kata Heru.