COPENHAGEN - Persatuan Warga Aceh perantauan di negara Denmark, Minggu, 25 Desember 2016 menggelar Kenduri Maulid Nabi Muhammad saw. Gema zikir dan tausiah menghiasi kegiatan tahunan…
COPENHAGEN – Persatuan Warga Aceh perantauan di negara Denmark, Minggu, 25 Desember 2016 menggelar Kenduri Maulid Nabi Muhammad saw. Gema zikir dan tausiah menghiasi kegiatan tahunan itu.
Kegiatan itu dipusatkan di Meunasah Aceh Denmark yang terlatak di Kota Nygardsvej 11A 9600 Aars Denmark dan dihadiri 250 warga Aceh yang bermukim di seluruh negara Denmark.
Tarmazi Busu, salah seorang warga Aceh yang saat ini bermukim di Denmark, melalui sambungan jejaring sosial kepada portalsatu.com, Senin, 16 Desember 2016, menceritakan, kegiatan maulid di negara tersebut digelar setiap tahun. Namun, perayaan itu digelar di rumah warga Aceh. Setelah adanya meunasah yang dibangun bersama semua warga Aceh di Denmark, semua kegiatan digelar di meunasah.
Alhamdulillah, sejak meunasah siap, salat Iduladha kemarin juga digelar di meunasah, begitu juga dengan peringatan maulid rasul kali ini kita laksanakan di sini, terangnya melalui medsos.
Menurutnya, jumlah populasi warga Aceh di Denmark sebanyak 500 orang seluruhnya termasuk anak-anak. Namun, kemarin pada acara maulid hanya dihadiri 250 orang saja sebab ada sebagian warga berhalangan hadir karena ada acara keluarga dan pekerjaan.
Kegiatan itu berhasil digelar, lanjut Tarmizi yang sudah permanen sebagai warga negara Denmark itu, berkat kerja sama dan kekompakan warga Aceh di perantauan.
Selain sebagai ibadah, meunasah juga kami jadikan sebagai media silaturahmi warga Aceh di sini, kata mantan aktivis asal Pidie ini.
Dalam maulid, kemarin siraman rohani atau tausiah disampaikan oleh Tgk. Ansari Muhammad. Dalam nasihatnya, dia mengajak semua warga Aceh di Denmark untuk tetap bersatu dan tetap taat menjalankan perintah Allah serta rasulnya.
Di mana pun kita berada, meski di negeri orang, hablum minallah dan hablum minannas (hubungan dengan Alllah dan sesama manusia) tetap merupakan kewajiban kita sebagai kaum muslimin, nasihat mubalig ini.
Setelah kegiatan zikir bersama serta tausiah, para warga yang juga terdiri dari kaum perempuan dan anak-anak ini menikmati hidangan khanduri bu, layaknya maulid di Aceh.
Habbasyiah, seorang warga Aceh asal Pidie yang saat ini juga bermukim di Denmark, mengaku sangat terharu dengan kegiatan tersebut. Ketika menghadiri maulid di meunasah Denmark itu, dirinya terbayang akan kampung halamannya.
Ini sungguh membuat saya terharu. Saya berharap kegiatan itu akan terus dilaksanakan tiap tahunnya, sehingga silaturahmi antarmasyarakat Aceh di sini tetap terjalin, ungkap perempuan asal Mila, Pidie ini.[] (*sar)