TERKINI
TRAVEL

Mahasiswa Unsyiah Ciptakan Robot Pencari Korban Gempa

BANDA ACEH - Mahasiswa Universitas Syiah Kuala kembali menciptakan inovasi baru dalam bidang teknologi. Penemuan inovasi ini diberi nama RoPo atau Robot Pointer. Robot Pointer…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 462×

BANDA ACEH – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala kembali menciptakan inovasi baru dalam bidang teknologi. Penemuan inovasi ini diberi nama RoPo atau Robot Pointer.

Robot Pointer ini berfungsi sebagai penunjuk jalan bagi Tim SAR (Search and Rescue) dalam pencarian korban bencana. Pembuatan RoPo ini dilakukan di Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi, Fakultas Teknik.

RoPo merupakan hasil penelitian dari Tim PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dari Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Elektro di bawah bimbingan dosen Mohd. Syaryadhi S.T., M.Sc., yang diketuai oleh Bima Sakti dan beranggotakan empat orang, yaitu Syadza Sausan, Achmi Yuliani, Intan Permatasari, dan Hendrik Leo.

Ketua Tim PKM Bima Sakti mengatakan, RoPo ini dibuat dengan latar belakang permasalahan bencana yang sering melanda Indonesia. Pasca terjadi bencana, evakuasi korban yang masih hidup harus segera dilakukan untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan. Dalam hal ini Tim SAR berperan sebagai orang yang melakukan evakuasi terhadap korban bencana.

“Namun, dalam proses evakuasi Tim SAR tidak melakukan peninjauan langsung mengenai lokasi bencana sehingga sering membahayakan keselamatan Tim SAR sendiri. Saat bencana terjadi, RoPo akan langsung diturunkan pada lokasi bencana sehingga Tim SAR dapat menerima informasi mengenai rute teraman dan detail letak posisi korban yang dikirimkan oleh RoPo,” ujarnya, Selasa, 7 Juni 2017, melalui keterangan tertulis.

Dia menambahkan, penggunaan RoPo sendiri masih dibatasi hanya pada bencana alam gempa bumi. Hal ini dikarenakan RoPo merupakan robot beroda sehingga sangat tidak mungkin RoPo digunakan pada bencana alam banjir, longsor dan lainnya.

“Dengan adanya alat ini, menjadi suatu terobosan baru dalam mitigasi bencana, mengingat Indonesia sendiri merupakan negara yang sangat sering mengalami bencana,” jelas Bima

Alat ini dibuat dalam rangka mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa atau sering disingkat dengan PKM. Besar harapan dengan terciptanya alat ini, RoPo dapat digunakan dalam proses mitigasi bencana. Ke depannya RoPo akan terus dikembangkan agar penggunaannya tidak dibatasi hanya pada bencana gempa bumi.

“Sehingga, dapat meminimalisir terjadinya penambahan korban bencana baik dari pihak Tim SAR sendiri maupun korban.”[] (*sar)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar