TERKINI
TAK BERKATEGORI

Lokasi 5 Korban Pohon Tumbang Dipastikan Masuk KEL dan Hutan Lindung

REDELONG - Lokasi lima korban tertimpa pohon di Kampung Rata Mulie, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah dipastikan masuk dalam kawasan hutan lindung dan Kawasan…

DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 555×

REDELONG – Lokasi lima korban tertimpa pohon di Kampung Rata Mulie, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah dipastikan masuk dalam kawasan hutan lindung dan Kawasan Ekosistem Leuser. Hutan itu kini berstatus sekunder karena sudah pernah ditebangi sejak 2008 silam.

Hal itu disampaikan anggota Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Juarsyah, kepada portalsatu.com saat dihubungi hari ini, Kamis, 23 Juni 2016. (Baca: 5 Korban Pohon Tumbang di Bener Meriah Disinyalir Pelaku Illegal Loging)

“Tidak ada lagi pembukaan lahan baru untuk berkebun,” kata Juarsyah.

Ia menjelaskan, di daerah itu memang sangat jarang ada pengawasan padahal di sana selalu ada suara mesin tebang pohon, dan terdapat sebuah usaha kayu (panglong) yang disebut memiliki izin dari Gubernur Aceh.

“Selain bisa terjadi illegal loging, juga kita khawatir ada pencurian binatang langka di kawasan itu,” ujar Juarsyah.

Juarsyah juga mempertanyakan aktivitas lima warga yang tertimpa pohon, besar kemungkinan untuk kegiatan ilegal loging, karena kawasan itu masuk hutan lindung. Seperti diketahui dua orang di antaranya meninggal dunia, dan tiga lainnya luka berat.

“Kita menduganya mereka memang pelaku ilegal loging,” katanya lagi.

Sebelumnya Facruddin dari Redelong Institut mengatakan jika 5 korban diduga pelaku ilegal loging karena selain kelimanya berasal dari Ulee Gle, juga mereka bukan petani dan masyarakat di sana.

Seperti diberitakan sebelumnya, lima warga ditimpa pohon akibat angin kencang sekitar pukul 04:00 WIB, Senin, 20 Juni 2016 Kampung Rata Mulie, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah. Kelimanya sedang tertidur pulas di gubuk. Angin kencang menyebabkan pohon kayu besar menimpa gubuk mereka. Kejadian itu  menyebabkan dua orang meninggal dunia dan tiga lainnya menderita patah tulang yang serius.[](ihn)

SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar