TAKENGON — Kondisi Miftahul Jannah, bayi penderita hydrocephalus yang kini dirawat di RSUD Datu Beru Takengon dinilai kian memprihatinkan.
Ayah pasien, Junaidin, pagi tadi mengatakan lingkar kepala bayinya yang belum genap sebulan itu terus membengkak. Pernapasannya tidak menentuh. Dan kondisi umum pasien semakin melemah.
Baca: Bayi Usia 25 Hari Asal Bener Meriah Ini Menderita Hydrocephalus
Dokter menyarankan agar bayi itu segera dirujuk ke RSZA di Banda Aceh. Namun faktor biaya menjadi kendala keluarga miskin itu.
“Hasil pemeriksaan dokter tadi pagi, katanya lingkar kepala Miftahul Jannah semakin besar kini 38 cm dari normal 34 cm,” ujar Junaidi, Minggu pagi, 1 Oktober 2017.
Ia mengaku prihatin dengan kondisi bayinya itu, namun faktor ekonomi mengurung niatnya untuk mengabulkan permintaan dokter dirujuk ke Banda Aceh.
Seperti diberitakan sebelumnya, Miftahul Jannah, yang baru berusia 25 harus tergolek tak berdaya di ranjang rumah sakit. Bobot tubuhnya menyusut karena penyakit hydrocephalus yang ia derita. Bayi mungil itu kini dirawat di Ruangan NICU BLUD Datu Beru Takengon.
Saat portalsatu.com menjenguknya pada Sabtu, 30 September 2017, putri pasangan Junaidi dengan Susi Mulyani itu diletakkan di dalam tabung kaca atau inkubator. Ada selang medis di tubuhnya. Sesekali ia menangis, mungkin menahan sakit.
Junaidi mengatakan ia butuh biaya besar untuk pengobatan putrinya. Sementara ia hanya berprofesi sebagai petania. Bayinya itu kata Junaidi, lahir melalui tindakan operasi di RSUD Muyang Kute, Bener Meriah pada 5 September 2017 lalu.
Semula, anaknya itu diserang penyakit batuk hingga akhirnya dilarikan ke RSUD. Disanalah kata Junaidi, putrinya itu divonis mengidap penyakit hydrocephalus. Ada penumpukan cairan di kepalanya.
“Waktu lahir beratnya 2,1 Kg, ia juga sempat dirawat selama empat hari di Muyang Kute,” kata Junaidi, yang berasal dari Tingkem Benyer, Kecamatan Bukit, Bener Meriah itu, Sabtu, 30 September 2017.[]