TERKINI
KULINER

Le Steak, Menu Steak dari Singapura

Jika berkunjung ke gerai Le Steak di Kemang kita akan menemukan suasana berbeda dibanding gerai steak lain di Jakarta. Gerai yang desain interiornya dibuat mirip…

KOMPAS Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 760×

Jika berkunjung ke gerai Le Steak di Kemang kita akan menemukan suasana berbeda dibanding gerai steak lain di Jakarta. Gerai yang desain interiornya dibuat mirip dengan Le Steak yang pusatnya berlokasi di Singapura itu didominasi warna hitam dan putih. Masuk gerai, terpampang tulisan besar “Real Food for Real Heart”.

Pemiliknya, Chef Amri, yang juga dikenal sebagai chef muslim di Singapura, ingin memberi penyajian steak dengan rasa berbeda dibanding gerai steak lain di Jakarta. Di lantai atas, interior tak jauh berbeda, dominasi hitam dan putih. Foto-foto vintage dengan warna senada meramaikan dinding di gerai tersebut.

Kursinya juga dilapisi dengan kulit sapi asli yang dipesan dari Yogyakarta. “Supaya sama,” katanya.

Soal menu, ucap Amri, hampir semuanya mirip dengan yang ada di Singapura. Hanya ada perbedaan sedikit, yakni tanpa tenderloin karena sulitnya pasokan. Menurut dia, “jagoan” yang ada di restorannya itu wagyu sirloin dan wagyu ribeye. Harganya pun standar, tak jauh berbeda dengan harga steak di gerai lain.

Untuk menjaga kualitas, Amri sengaja memesan dagingnya dari Australia dan Amerika Serikat. Dia memilih daging sapi yang terbaik. Itu terlihat dari warna daging dan makanan sapi berupa jagung, cokelat, dan gandum.

“Saya ingin kualitas yang terbaik, karena saya melihat makanan apa yang dikonsumsi sapi itu bisa mempengaruhi rasa dagingnya,” ucap Amri.

Le Steak juga menyajikan makanan lain, seperti Crispy from Salad, berupa udang besar yang disajikan dengan krim yang diletakkan di atas cangkang karang, dibaluri cream keju dan salad di sisinya. Pasta yang juga menjadi favorit di gerai itu adalah Salmon Creamy Spagheti. Dan untuk desert disediakan Panna Cotta Orange dan Creme Brulee dengan gula pasir yang dibakar, sehingga terasa krenyes ketika dimakan.

Gerai yang dibuka sejak Desember tahun lalu itu memberikan pilihan kepada penyuka steak. Amri tidak ingin bersaing dengan gerai steak lain. Dia yakin orang Indonesia pandai memilih steak favoritnya. | sumber : tempo
 

KOMPAS
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar