TERKINI
TAK BERKATEGORI

Komit Sajikan Data, Kiat Illiza Dorong Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, SE, memastikan pada tahun 2017 semua SKPD di jajaran Pemko Banda Aceh akan menyajikan…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 338×

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, SE, memastikan pada tahun 2017 semua SKPD di jajaran Pemko Banda Aceh akan menyajikan datanya ke publik. Caranya dilakukan melalui aplikasi open data yang dimiliki Pemko Banda Aceh.

“Sudah 11 SKPD yang telah menyajikan data di aplikasi ini, tahun depan InsyaAllah semua SKPD akan menyusul,” ujar Illiza saat melakukan pertemuan dengan Antya Widita, Innovation and Angagemen Manager Open Data Labs Jakarta, di ruang rapat Walikota Banda Aceh, Selasa, 21 Juni 2016.

Turut hadir Sekdakota Banda Aceh Ir Bahagia DiplSE, Kepala Bappeda Iskandar Sos M Si, Kadishubkominfo Muzakir Tulot dan sejumlah pejabat di lingkungan SKPD Kota Banda Aceh. Hadir juga Koordinator GERAK Aceh, Askhalani.

Illiza menjelaskan, kenapa pihaknya sangat komit dalam membuka dan menyajikan data ke publik.

“Kita sajikan ini semua dalam rangka mendapatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Namun target lainnya adalah dengan data yang kita buka, kita mampu mendorong masyarakat lebih berpartisipasi dalam pembangunan,” kata Illiza.

Illiza menyampaikan, dari beberapa penghargaan di tingkat Nasional, yang diraih Banda Aceh lebih kepada masyarakat dan komunitas yang memiliki mindset digital, bukan hanya pemerintahnya saja.

“Daerah lain hanya pemerintahnya saja yang smart, kalau Banda Aceh pemerintahnya mampu mendorong masyarakatnya lebih smart yang kemudian mampu meraih penghargaan-penghargaan di level Nasional,” ujar Illiza.

Senada dengan Illiza, Koordinator Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Aceh, Askhalani, mengatakan terbukanya data ke publik semakin mendorong warga kota lebih kreatif dan inovatif.

“Data yang didapatkan publik, langsung bisa diolah untuk kemudian lahir sejumlah inovasi oleh warga. Kami telah mencoba mempelajari hadirnya Trans Kutaraja, mulai dari jumlah Halte, kenyamanan penumpang, dari sisi ramah lingkungan, efesiensi waktu hingga keuntungan yang didapatkan Pemerintah kalau tidak di gratiskan,” kata Askalani.

Dia mengatakan dari data tersebut, pihaknya dalam waktu dekat akan menyerahkan sebuah produk berupa aplikasi terkait dengan Trans Kutaraja kepada Pemko Banda Aceh.
Selain itu, semua informasi dapat diketahui masyarakat dengan data yang dimiliki, baik di bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan dan lainnya.

Sementara itu, Antya Widita menyampaikan Banda Aceh, Jakarta dan Jogya menjadi Kota pilihan pihaknya mengembangkan program dengan aplikasi yang berbasis data.

“Saya lihat Banda Aceh merupakan yang terbaik di Indonesia bersama Jakarta dan Bojonegoro dalam menyajikan data ke publik,” katanya.

Lanjutnya, program-program pembangunan Kota Banda Aceh nantinya akan diselaraskan dengan program kerja Open Data Labs dalam rangka memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, data sangatlah penting dan bukan hanya sekedar untuk dibuka ke publik saja. Lebih dari itu ketersedian data oleh pemerintah diyakini dapat meningkatkan partisipasi publik terhadap pembangunan kota yang berkelanjutan.[]

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar