LHOKSEUMAWE – Keturunan dari keluarga Cut Meutia ikut memprotes gambar pahlawan nasional dari Aceh Utara tersebut terpampang tanpa kerudung di lembaran rupiah baru.
Seharusnya pemerintah mencari referensi tepat agar gambar indatu kami tidak terpampang tanpa kerudung. Sikap kami dari keluarga sama dengan sikap masyakarat Aceh, tidak setuju dengan gambar itu, ujar Teuku Yafisham, S.T., anak dari Teuku Akmaruddin, cicit dari pahlawan Cut Meutia kepada portalsatu.com, Selasa, 20 Desember 2016.
Terkait munculnya sikap penolakan dari sejumlah kalangan di Aceh terhadap gambar Cut Meutia itu, Yafisham mengaku sangat memahami keinginan masyarakat Aceh. Sebab, kata pria asal Matangkuli, Aceh Utara yang kini menetap di Lhokseumawe tersebut, masyarakat sudah memahami penerapan Syariat Islam. Kata dia, seharusnya gambar pahlawan kemerdekaan tersebut bisa digambarkan berkerudung.
Apa salahnya digambarkan berkerudung, karena sepengatahuan dari keluarga, Cut Meutia sangat taat beragama selama hidupnya. Selama ini juga kami bertanya-tanya mengapa gambar Cut Meutia yang muncul di buku-buku, lukisan dan banyak lainnya itu tanpa kerudung, ujar Yafisham.
Yafisham menduga kemungkinan gambar Cut Meutia diilustrasikan pihak-pihak tertentu saat pahlawan wanita itu sedang berperang dengan pasukan Belanda, atau tanpa kerudung ketika berada di tempat-tempat tertentu.
Harapan kami pemerintah bisa bersikap bijak dan memahami keingian masyarakat Aceh, karena Aceh saat ini sedang menggalakkan penegakan Syariat Islam, pungkasnya.[]
Laporan Munir