LHOKSEUMAWE Ketua Fraksi Koalisi Bersama (FKB) DPRK Lhokseumawe Azhar Mahmud meminta pimpinan dewan meninjau ulang lima rancangan qanun yang telah disahkan, Kamis, 29 Desember…
LHOKSEUMAWE Ketua Fraksi Koalisi Bersama (FKB) DPRK Lhokseumawe Azhar Mahmud meminta pimpinan dewan meninjau ulang lima rancangan qanun yang telah disahkan, Kamis, 29 Desember 2016, sore. Salah satu dari lima qanun yang disahkan dalam rapat paripurna DPRK itu ialah tentang Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) yang baru.
Kami menolak disahkan dan meminta lima rancangan qanun yang disahkan tadi agar ditinjau ulang. Jadi, jangan asal ketuk palu. Kesan yang muncul: pagi dibuat rapat, sore diparipurnakan. Sementara isi rancangan qanun itu kita tidak tahu. Ini tidak boleh kita biarkan terus menerus terjadi, kata Azhar Mahmud dihubungi portalsatu.com lewat telpon seluler, Kamis malam.
Menurut Azhar Mahmud, seharusnya setiap rancangan qanun (raqan), baru disahkan menjadi qanun melalui rapat paripurna DPRK setelah semua anggota dewan mengetahui isi raqan tersebut. Ini penting agar ketika masyarakat menanyakan kepada kami tentang isi qanun yang telah disahkan, bisa kami jelaskan. Namun, jika seperti ini, soft copy rancangan qanun itu belum diberikan kepada semua anggota dewan sehingga kita tidak tahu apa isinya, bagaimana kita bisa menjelaskan kepada rakyat, ujarnya.
Azhar Mahmud akrab disapa Cek Har menyatakan jangan sampai ada unsur pembodohan terkait pengesahan qanun-qanun Kota Lhokseumawe. Kami tetap meminta qanun-qanun yang disahkan itu ditinjau ulang sebelum diberikan soft copy rancangan qanun kepada semua anggota dewan, kata anggota DPRK dari Partai NasDem ini.[](idg)