IDI RAYEK - Ihan Nurdin terpana melihat kondisi langit-langit bangunan 7x15 meter itu menghitam. Di sana sini terlihat kayu berubah wujud menjadi arang. Begitu pula…
IDI RAYEK – Ihan Nurdin terpana melihat kondisi langit-langit bangunan 7×15 meter itu menghitam. Di sana sini terlihat kayu berubah wujud menjadi arang. Begitu pula dengan plafon berbahan tripleks yang sebagian sudah menghilang.
“Pada kayu yang menjadi puing, ada kenangan yang ikut menjadi abu,” tulis Ihan, di laman Facebook pribadinya, Rabu, 15 Maret 2017.
Ihan adalah salah satu wartawan yang ikut mendirikan portalsatu.com. Beberapa hari terakhir, perempuan single ini terpaksa balik kampung halaman karena rumahnya, di Desa Keude Dua, Kecamatan Darul Ihsan, Idi Rayek, Aceh Timur dibakar orang.
“Rumahnya kalau dilihat dari luar nampak sikit terbakar, karena permanen. Tapi kalau dari dalam seluruh langit-langit habis, kayu-kayu kerangka atap hangus semua,” kata Ihan kepada portalsatu.com, Rabu malam.
Rumah tersebut dibangun ayahnya, almarhum Nurdin Yusuf. Di rumah tersebutlah, Ihan bersama ibunya, Hafsah Abdullah memiliki kenangan indah, termasuk memori tentang sang ayah yang telah pergi menghadap sang Khalik.
Sejak setahun terakhir, rumah itu ditinggal kosong. Ihan terpaksa meninggalkan rumah karena meniti karier di Banda Aceh. Teranyar, keluarganya juga ikut serta. Bukan karena bekerja, tetapi sang ibu harus menjalani perawatan medis di Banda Aceh karena penyakit kanker yang dideritanya.
Informasi yang diterima, rumah tersebut sejak ditinggalkan kerap disambangi seorang pria. Oleh orang sekitar, pria itu sering dipanggil Yus, warga Alue Jangat, Kecamatan Darul Ihsan.
Yus diduga mengalami gangguan jiwa. Saban hari Yus bertandang ke rumah Ihan entah untuk apa. Pintu rumah yang dikunci si pemilik didobrak. Dia bahkan menjual barang-barang perabotan milik keluarga Ihan.
Menurut informasi dari warga sekitar, Yus mengalami gangguan jiwa setelah menuntut ilmu kanuragan di Jambi. Sejak itu, keberadaannya di kampung sekitar sedikit meresahkan. Beberapa kali Yus tertangkap tangan hendak membakar kedai dan mobil milik warga. Seperti halnya pada Selasa, 14 Maret 2017 dinihari. Giliran rumah Ihan yang diduga dibakar Yus.
“Dia mengaku membakar rumah setelah ditangkap dan dihakimi massa,” kata Ihan. Kebetulan pada saat kejadian, Yus terlihat di sekitar rumah milik Ihan.
Ihan belum tahu sampai kapan di kampung halaman. Dia masih harus mengurus rumah keluarganya. Menurut pengakuan pihak keluarga Yus, mereka bersedia mengganti kerugian akibat ulah pria tersebut.
“Pas malam (kejadian) itu, pihak keluarga kami langsung duduk bersama kepala desa dan keluarga dia, katanya diganti rugi. Tapi belum tahu berapa yang diganti rugi, karena rumahnya besar, kalau dibayar seharga rumah itu bisa ratusan juta,” ujar Ihan.[] (*sar)